Breaking News:

Tak Perlu Olahraga Mati-matian, Presiden IDF Sebut Risiko Diabetes Tipe 2 Bisa Turun dengan Hal Ini

Risiko terkena diabetes tipe 2 bisa turun dengan olahraga jika kenaikan gula darah bisa segera terdeteksi

Pexels.com
Diabetes 

TRIBUNHEALTH.COM - Angka diabetes di seluruh dunia tidak bisa diremehkan.

Bahkan, International Diabetes Federation (IDF) menyebut kasus diabetes akan meningkat menjadi 1 dari 8 orang dewasa pada 2024, dilansir TribunHealth.com dari CNN, Minggu (14/11/2021).

Terkait hal ini, Presiden IDF Dr. Andrew Boulton menekankan pentingnya deteksi dini.

Dengan demikian, olahraga dan diet bisa dilakukan agar tak berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Studi di Finlandia beberapa dekade lalu menemukan bahwa orang dengan "gula darah yang meningkat sangat sedikit" yang mengikuti diet yang masuk akal dan olahraga teratur "memiliki pengurangan 54% dalam melanjutkan ke diabetes tipe 2," kata Boulton.

Baca juga: Penyebab, Gejala, serta Pengobatan Asam Urat: Rutin Olahraga hingga Hindari Makan Jeroan

Baca juga: Gejala Hiperglikemia pada Penderita Diabetes, Bisa Picu Komplikasi Ketoasidosis yang Mematikan

ilustrasi orang yang sedang berolahraga
ilustrasi orang yang sedang berolahraga (kompas.com)

"Dan itu tidak harus mencambuk diri sendiri di gym," tambahnya.

Artinya, seseorang tak perlu sampai menyiksa diri untuk berolahraga ekstra keras.

"Berolahraga yang masuk akal, berjalan alih-alih naik bus dan berjalan menaiki tangga alih-alih naik lift, itu bisa membantu."

Dua studi baru-baru ini menemukan bahwa menambahkan sekitar sepertiga cangkir buah atau sayuran ke dalam diet harian dapat mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 25 persen.

Sementara konsumsi biji-bijian yang lebih tinggi, seperti roti cokelat dan oatmeal, dapat mengurangi risiko diabetes sebesar 29%.

Ilustrasi berolahraga untuk penyintas Covid tak boleh terlalu berat
Ilustrasi berolahraga untuk penyintas Covid tak boleh terlalu berat (Pixabay)

Baca juga: Tidak Hanya Dirasakan Orang yang Kurang Olahraga, Olahraga Berlebihan Bisa Menyebabkan Nyeri

Baca juga: drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Sebut Penderita Diabetes Mengeluarkan Bau Mulut yang Khas

Bahkan diabetes yang sangat parah bisa dikendalikan dengan pola diet, olahraga, serta pengurangan stres dan penggunaan obat-obatan yang tepat.

"Orang dalam remisi mungkin masih berisiko untuk beberapa komplikasi jangka panjang."

"Dan oleh karena itu, mereka masih perlu dipantau, dengan tes darah triwulanan, tes mata dan kaki tahunan, dan skrining tahunan untuk penyakit ginjal dan kadar kolesterol," kata Gabbay, kepala petugas ilmiah dan medis untuk American Diabetes Association.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved