Breaking News:

Psikolog Irma Gustiana Jelaskan Gangguan ADHD, Lebih Banyak Terjadi pada Anak Laki-laki

ADHD merupakan gangguan perkembangan yang berkaitan dengan neurologis atau syaraf

Pixabay
Ilustrasi ADHD 

TRIBUNHEALTH.COM - Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan kondisi psikologis yang bisa dialami siapa saja.

Anak-anak bahkan remaja bisa didiagnosis dengan masalah ini.

ADHD dapat terus diderita hingga tumbuh dewasa, dilansir TribunHealth.com dari Ayo Sehat Kompas TV edisi Jumat (12/11/2021).

Terkait hal ini, Psikolog Klinis Anak, Irma Gustiana A, memberikan penjelasan.

Irma menyebut dalam bahasa Indonesia, ADHD disebut sebagai gangguan pemusatan perhatian yang disertai dengan hiperaktivitas.

Gangguan ini melibatkan fungsi neurologis.

"Bahasa Indonesianya ini adalah gangguan pemusatan perhatian yang disertai dengan hiperaktivitas," katanya.

Baca juga: Bolehkah Usia Anak-anak Melakukan Diet? Berikut Tanggapan Ahli Gizi, dr. Tan Shot Yen

Baca juga: Tips Menangani Anak yang Tidak Suka Buah dan Sayur, dr. Diana Suganda: Bisa Diberikan Smoothie

Ilustrasi anak dengan ADHD
Ilustrasi anak dengan ADHD (Pixabay)

"Jadi ini adalah gangguan perkembangan dan juga neurologis jadi memang ada hal yang terkait dengan fungsi neurologis, sarafnya."

ADHD biasanya membuat seseoran menjadi sulit untuk berkonsentrasi.

"Lalu kemudian juga biasanya mengalami masalah yang terkait dengan kesulitan belajar, masalah regulasi emosi, biasanya terjadi pada mereka yang mengalami ADHD," kata Irma Gustiana A.

Terkait angka anak dengan ADHD di Indonesia, dia menyebut tidak ada angka pasti.

Namun, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ada sekitar 82 juta anak di tanah air yang mengalami gangguan perkembangan, di mana ADHD termasuk di dalamnya.

ilustrasi anak hiperaktif
ilustrasi anak hiperaktif (kompas.com)

Baca juga: Ahli Gizi, R. Radyan Yaminar, S.Gz Berikan Tips Gizi untuk Anak Kos Agar Tetap Sehat dan Hemat

Baca juga: dr. Ekawaty Yasinta Larope Sebut Alergi pada Anak Bisa Dicegah Sejak Masa Kehamilan

"Lalu biasanya prevalensinya lebih banyak terjadi pada anak laki-laki, 4 banding 1 sampai 9 banding 1," paparnya.

Menderita ADHD bukan berarti hambatan bagi anak untuk mengembangkan diri.

Dengan tata laksana yang tepat, anak dengan ADHD bisa menjadi sukses.

Misalnya saja pebasket Michael Jordan dan Aktris Emma Watson.

Keduanya merupakan contoh orang dengan ADHD yang bisa meraih kesuksesan di bidang masing-masing.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved