Breaking News:

Tips Menangani Anak yang Tidak Suka Buah dan Sayur, dr. Diana Suganda: Bisa Diberikan Smoothie

Menurut dr. Diana Suganda masing-masing sayur maupun buah memiliki manfaat tersendiri.

nova.grid.id
Ilustrasi smoothie berbahan baku buah dan sayuran, dr. Diana Suganda bisa diberikan pada anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyebab paling umum seorang anak tidak suka konsumsi buah atau sayur karena sebuah kondisi yang dikenal dengan food neophobia.

Pada dasarnya anak-anak cenderung memilih makanan yang manis.

dr. Diana mengungkapkan jika sayur dan buah adalah makanan yang tidak bisa tergantikan.

Baca juga: dr. Agus Sutarman Ingatkan Agar Penyitas Kanker Payudara Ikuti Program yang Direncanakan oleh Dokter

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda yang dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat.

Ilustrasi smoothie yang mengandung buah dan sayur
Ilustrasi smoothie yang mengandung buah dan sayur (lifestyle.kompas.com)

Masing-masing sayur maupun buah memiliki manfaat tersendiri.

Terdapat efek baik dari masing-masing makanan.

"Dari sekian banyak sayuran atau buah-buahan pasti ada beberapa makanan yang disukai," imbuhnya.

"Misalkan anak suka 3 jenis sayuran, kita putarkan makanan keseharian menggunakan bahan tersebut," tambahnya.

Baca juga: dr. Agus Sutarman Paparkan Upaya Penanganan Jika Terjangkit Kanker Payudara

"Kemudia kita bisa menaikkan variasi dan menambahkan jenis sayur maupun buah lainnya," ujar dr. Diana.

Selain itu, orang tua bisa mengakali menu makanan kesehariannya.

2 dari 2 halaman

Sehingga menu yang diberikan tidak hanya berbentuk buah dan sayuran saja.

Ilustrasi smoothie buah-buahan
Ilustrasi smoothie buah-buahan (kompas.com)

Bisa divariasikan dengan membuatkan anak smoothie.

Smoothie merupakan minuman berbahan baku buah-buahan, sayuran, sirup gula atau gula pasir, susu tawar cair dan es batu.

Selain menambahkan susu sebagai ciri khas smoothie, yoghurt, cokelat dan susu kental manis juga seringkali ditambahkan ke dalam smoothie.

Baca juga: dr. Tan Shot Yen: Masak Menggunakan Santan Instan Sama Saja Terjebak dengan Makanan Berproses

Umumnya tekstur smoothie lebih pekat dibandingkan jus.

"Harus pintarnya sebagai orang tua membuat variasi buah dan sayur," pungkasnya.

Sehingga anak bisa konsumsi sayuran dan buah-buahan serta gizi anak tercukupi dengan optimal.

Ilustrasi sayuran segar
Ilustrasi sayuran segar (Pixabay)

Penjelasan Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana Suganda dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 22 Juni 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Selanjutnya
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved