Breaking News:

Adanya Karang Gigi akan Mengiritasi Gusi dan Menimbulkan Peradangan

Gusi rentan bermasalah sama halnya dengan gigi. Masalah yang paling umum dikeluhkan adalah pembengkakan gusi. Pnyebab gusi bengkak sangat beragam.

surabaya.tribunnews.com
Ilustrasi karang gigi penderita diabetes 

TRIBUNHEALTH.COM - Tanda-tanda awal secara fisik menegtahui terbentuknya karang gigi sangatlah mudah.

Salah satunya adalah saat melakukan sikat gigi, mulai berdarah tapi tidak menimbulkan rasa sakit.

Hal tersebut merupakan tanda-tanda awal gingivitis atau radang gusi.

Radang gusi akan terjadi akibat penumpukan plak pada gigi.

Karang gigi akan mengiritasi gusi, sehingga terjadi peradangan.

Saat sikat gigi, dan terkena tekanan sedikit daja maka akan mengelurakan darah tapi tidak terasa sakit.

Ilustrasi karang gigi
Ilustrasi karang gigi (surabaya.tribunnews.com)

Baca juga: dr. Haidar: Umumnya Pasien Akan Mengetahui Menderita Kanker setelah Memasuki Stadium Akhir

Ciri-ciri awal yang paling umum penumpukan karang gigi adalah saat melakukan sikat gigi berdarah.

Gusi berdarah memang banyak sekali penyebabnya, yang paling umum saat sikat gigi adalah karena karang gigi.

Menyikat gigi terlalu kasar dan keras juga bisa menyebabkan gigi berdarah saat sikat gigi.

Untuk mengetahuinya, lebih baik check up ke dokter gigi.

Bagian yang sering berdarah akan dicek, apakah karena penumpukan karang gigi atau karena sikat gigi yang terlalu keras.

Sikat gigi terlalu keras memiliki ciri-ciri tersendiri.

Baca juga: dr. Agus Sutarman Paparkan Upaya Penanganan Jika Terjangkit Kanker Payudara

Ciri-ciri tersendiri dari menyikat gigi terlalu keras bisa saja ada luka atau sariawan, pengikisan gigi, dan luka yang mengenai gusi.

Karang gigi dan penyikatan gigi yang terlalu keras bisa menjadi penyebab adaya luka atu sariawan.

Tetapi jika menyikat gigi tidak terlalu keras dan gusi tidak terasa sakit kemungkinan perdarahan pada gusi dikarenakan menumpuknya karang gigi.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Palu Official, bersama dengn drg. Arifah Hariadi. Selasa (3/11/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved