Breaking News:

Ketahui Proses Terjadinya Penyakit Malaria dan Cara Mendeteksinya dari dr. Robert Sinto, Sp.PD, KPTI

Berikut ini simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD, KPTI mengenai proses terjadinya malaria dan cara mendeteksinya

Pixabay
Ilustrasi pemeriksaan dokter-simak penjelasan dr. Robert Sinto, Sp.PD, KPTI mengenai proses terjadinya malaria dan cara mendeteksinya. 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, Robert Sinto, menjelaskan proses terjadinya penyakit malaria.

Malaria terjadi karena gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi dengan Plasmodium.

Kemudian masuk ke dalam tubuh dan terdapat masa inkubasi hingga akhirnya memunculkan sejumlah gejala.

Baca juga: Meski Tingkat Kemanjuran Terbatas, Dirjen WHO Tegaskan Vaksin Malaria Bisa Selamatkan Ribuan Nyawa

Masa inkubasi infeksi malaria mencapai waktu sekitar 2 hingga 3 minggu.

"Jadi antara infeksi masuk sampai gejala muncul dalam waktu rata-rata 14 hari," terangnya dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV.

ilustrasi gigitan nyamuk penyebar malaria
ilustrasi gigitan nyamuk penyebar malaria (Kompas.com)

Gejala malaria

Di bawah ini sejumlah gejala malaria yang perlu diwaspadai.

Antara lain:

- Suhu badan tinggi melebihi 38 derajat celcius

- Sakit kepala

Baca juga: Dokter Felix Adrian Menyampaikan Jenis-jenis Sakit Kepala yang Kerap Dianggap Sama

Ilustrasi sakit kepala
Ilustrasi sakit kepala (kompas.com)

- Muntah

- Nyeri otot

- Diare

- dan Menggigil disertai kelelahan yang parah (6 hingga 12 jam)

Baca juga: Apakah Siklus Tapal Kuda pada Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbahaya? Berikut Ulasan dr. Tan Shot Yen

Sejumlah gejala di atas adalah gejala umum yang tidak hanya bisa ditemui pada infeksi malaria saja.

"Jadi gejala pada penyakit infeksi lain juga bisa seperti itu," imbuh Robert.

Namun terdapat ciri khusus yang membedakan, sehingga bisa diidentifikasi lebih dini.

Ilustrasi gejala demam akibat menderita penyakit malaria
Ilustrasi gejala demam akibat menderita penyakit malaria (jogja.tribunnews.com)

Ialah demam yang berpola Siklik.

Yaitu muncul demam pada keesokan hari atau beberapa hari selanjutnya dan tergantung dengan jenis plasmodiumnya.

Baca juga: Benarkan Rutin Minum Teh Dapat Mengurangi Risiko Terjadinya Penyakit Kronis? Begini Ulasan Ahli Gizi

"Jadi bisa hari ini demam, kemudian besoknya atau dua hari berikutnya tergantung dari jenis Plasmodiumnya," papar Robert.

Halaman
12
Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved