Breaking News:

dr. Rini Sulastiwaty, Sp.PM Jelaskan Frekuensi Ideal untuk Periksa Mata Rutin, Cukup Setahun Sekali?

Dokter Spesialis Mata, dr. Rini Sulastiwaty, Sp.PM, sebut frekuensi bisa lebih sering jika ada gejala gangguan mata

Pixabay
Ilustrasi tes kesehatan mata 

TRIBUNHEALTH.COM - Mata merupakan salah satu indra yang berperan vital dalam hidup manusia.

Karenanya, kesehatan mata wajib untuk dijaga, satu di antaranya adalah periksa rutin ke dokter.

Namun, berapa frekuensi ideal untuk periksa mata?

Terkait hal ini, dr. Rini Sulastiwaty, Sp.PM memberi penjelasan.

Hal itu dia sampaikan ketika menjadi narasumber dalam Program Ayo Sehat Kompas TV.

Dia menyebut, pemeriksaan mata bisa dilakukan enam bulan atau satu tahun sekali.

"Sampai enam bulan atau setahun sekali, saya rasa oke kalau tidak ada gejala ," katanya, dikutip TribunHealth.com.

Baca juga: Pusing dan Nyeri Mata Akibat Glaukoma? dr. Rini Sulastiwaty, Sp.PM Paparkan Apa yang Harus Dilakukan

Baca juga: Apa Mata Silinder Tambah Parah jika Tak Pakai Kacamata? Ini Jawaban Kapten Kes. dr. Dedi Purnomo

Ilustrasi pemeriksaan mata
Ilustrasi pemeriksaan mata (Freepik.com)

Namun ada pengecualian jika sudah ada gejala tertentu terkait kesehatan mata.

"Tapi kalau ada mungkin kontrolnya berarti harus lebih sering," paparnya.

Kontrol rutin seperti ini menjadi penting untuk mendeteksi penyakit tertentu, misalnya glaukoma.

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit serius yang bisa memicu kebutaan.

Namun penyakit ini kebanyakan tak menunjukkan gejala, sehingga pemeriksaan rutin sangat membantu untuk deteksi dini.

"Untuk melakukan serangkaian pemeriksaan glaukoma tidak bisa hanya dengan melihat."

Baca juga: Penyebab dan Cara Deteksi Mata Malas pada Anak, Bisa Disebabkan Penggunaan Gadget?

Baca juga: Pengobatan Penyakit Mata dengan Teknologi Laser, Berikut Ulasan dr. Dyana Theresia Watania, Sp.M

Ilustrasi kacamata untuk mengatasi gangguan mata
Ilustrasi kacamata untuk mengatasi gangguan mata (Pixabay)

"Tapi dokter membutuhkan alat penunjang lainnya," tandas dr. Rini Sulastiwaty, Sp.PM

Glaukoma sendiri menyerang bagian yang disebut optic nerve.

Bagian mata tersebut cukup rentan terhadap tekanan.

"Namun penyebab pastinya belum diketahui. Dikatakan bahwa ini bersifat multifaktorial."

Artinya, glaukoma bisa disebabkan oleh berbagai macam hal.

ilustrasi pemeriksaan mata oleh dokter
ilustrasi pemeriksaan mata oleh dokter (kompas.com)

Baca juga: Waspada, Kerusakan Mata Akibat Paparan Sinar Biru dan Radiasi Gadget Terlalu Lama

Baca juga: Luka pada Selaput Bening Mata Dapat Disebabkan oleh Peradangan Kornea

"Bisa karena gen bisa karena kelainan vaskuler dan masih banyak hal lain yang belum diketahui," katanya.

Penyakit glaukoma ini pada umumnya dapat dikendalikan agar tidak menimbulkan kebutaan.

Sayangnya sebagian besar penderita glaukoma tidak menyadari bahwa mereka sedang menderita penyakit tersebut.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved