Breaking News:

Perilaku Body Shaming Bisa Menjadi Penyebab Gangguan Kesehatan Mental

Banyak sekali perilaku body shaming yang didapat seorang remaja dari lingkungannya. Tanpa disadari body shaming menimbulkan dampak buruk bagi mental.

freepik.com
ilustrasi body shaming 

TRIBUNHEALTH.COM - Salah satu penyebab gangguan kesehatan mental pada remaja karena mendapat perilaku body shaming.

Body shaming dapat digambarkan sebagai tindakan mengejek atau mempermalukan seseorang berdasarkan penampilan fisik.

Meski body shaming dapat terjadi pada usia manapun, nyatanya body shaming sangat rentan terjadi pada fase usia remaja.

Gangguan mental terdapat pada berbagai kelompok usia, termasuk usia remaja.

Dari data riset kesehatan dasar 2018 menunjukkan pada kelompok usia 15-24 tahun ada prevalensi untuk terjadinya kecemasan dan depresi sebesar 6,1%.

ilustrasi body shaming
ilustrasi body shaming (freepik.com)

Baca juga: Apakah Keputihan Menjadi Salah Satu Tanda Terjadinya Gonore pada Wanita? Simak Penjelasan Dokter

Hal ini berarti perlu memperhatikan kesehatan mental pada kelompok usia tersebut, yaitu dari usia remaja hingga usia dewasa.

Menjadi penting dikarenakan menjadi titik ketentuan di saat remaja nanti memiliki kesehatan mental seperti apa.

Usia remaja adalah masa-masa mencari identitas diri.

Berbicara tentang kesehatan mental, tidak hanya dikarenakan oleh satu faktor saja tetapi multi faktorial.

Bisa dikarenakan faktor biologis, genetikanya, perubahan hormonal pada remaja.

Selain itu bisa dikarenakan faktor psikologis, tumbuh kembangnya pada masa kanak-kanak, pola asuh orangtua dan faktor sosial.

Baca juga: Beberapa Faktor Resiko Penyakit Gonore yang Perlu Dipahami, Begini Penjelasan dr. Azizah

Termasuk interaksi bersama teman-temannya, grup sebaya, bullying dan sebagainya.

Ketiga faktor biologis, psikologis dan sociocultural jika bergabung menjadi satu bisa menimbulkan kondisi mental tertentu.

Misalkan pada remaja yang memiliki hormon tidak seimbang, dan secara psikologis tumbuh kembangnya bukan dari keluarga yang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan kesehatan mental.

Sehingga anak akan tumbuh dengan kurang percaya diri, tidak mendapat pengakuan dan validasi, hingga sosialnya mendapatkan bullying dan body shaming.

Semua faktor bergabung, muncullah suatu kondisi kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan lain sebagainya.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV, bersama denagn dr. Zulvia Oktanida Syarif. Seorang dokter spesialis kedokteran jiwa. Jumat (13/8/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved