Breaking News:

Dokter Tak Sarankan Lakukan Tes Swab Tanpa Bantuan Nakes, Berisiko Mengalami Kebocoran Cairan Otak

Menurut Dokter Spesialis THT, dr. Hemastia Manuhara Harba'i tes swab yang dilakukan secara mandiri tanpa bantuan tenaga medis dapat menimbulkan bahaya

Tribunnews/Irwan Rismawan
Ilustrasi tes SWAB COVID-19 

TRIBUNHEALTH.COM - Saat ini tengah beredar alat tes swab yang bisa dilakukan mandiri oleh pasien.

Namun sejatinya tes swab tidak boleh dilakukan secara mandiri.

Pasalnya penggunaan alat tersebut harus dengan bantuan tenaga kesehatan.

Baca juga: Pentingnya Melakukan Perawatan Gigi pada Ibu Hamil, Berikut Anjuran drg. R. Ngt. Anastasia Ririen

dr. Hemastia tegaskan jika tes swab harus dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis THT, dr. Hemastia Manuhara Harba'i yang dilansir Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Ayo Sehat edisi 25 Oktober 2021.

Ilustrasi tes swab oleh tenaga kesehatan
Ilustrasi tes swab oleh tenaga kesehatan (Tribun Jabar/Zelphi)

Sebelum pandemi tes swab tidak selalu ditujukan untuk tes COVID-19.

"Tes swab baiknya memang harus dilakukan oleh dokter," ujar dr. Hemastia.

Akibat pandemi COVID-19, dimana cukup banyak yang menderita COVID-19 dan banyaknya orang yang harus melakukan swab, sehingga tes swab bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan lainnya selain dokter.

Hal ini karena terbatasnya dokter, sementara pasien COVID-19 mengalami lonjakkan.

Namun bukan berarti tes swab bisa dilakukan secara mandiri.

Baca juga: Alasan Gigi Berlubang Harus Segera Ditambal, Ini Penjelasan drg R Ngt Anastasia Ririen Pramudyawati

Perlu diketahui tes swab yang dilakukan secara mandiri tanpa bantuan tenaga medis dapat menimbulkan bahaya.

Apalagi jika pasien memiliki riwayat hipertensi.

Dokter memaparkan jika saat pengambilan sampel swab tidak benar berisiko terjadi kebocoran cairan otak.

Kemungkinan hal ini terjadi karena posisi pengambilan sampel terlalu menukik ke atas.

Ilustrasi mengalami kebocoran cairan otak akibat melakukan tes swab mandiri
Ilustrasi mengalami kebocoran cairan otak akibat melakukan tes swab mandiri (Tribunnews.com)

Karena yang dituju dalam pengambilan sampel adalah bagian nasofaring.

Nasofaring merupakan bagian atas tenggorokan (faring) yang terletak di belakang hidung.

Menurut dokter nasofaring terletak di bagian dasar hidung paling ujung.

Baca juga: dr. Ekawaty Yasinta Larope Sebut Alergi pada Anak Bisa Dicegah Sejak Masa Kehamilan

Selain itu pada saat pengambilan sampel, pasien tidak sengaja bergerak sehingga menimbulkan rasa kaget dan alat yang dimasukkan ke dalam hidung mengenai bagian yang seharusnya tidak boleh di sentuh.

Kondisi ini juga dapat berisiko terjadinya kebocoran cairan otak.

Apalagi jika tidak dilakukan oleh tenaga kesehatan.

Ilustrasi seseorang yang mengalami kebocoran cairan otak
Ilustrasi seseorang yang mengalami kebocoran cairan otak (kompas.com)
Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved