Breaking News:

Meski Baik untuk Kesehatan, Terlalu Sering Sikat Gigi Tak Dianjurkan, Mengapa?

Berikut ini penjelasan mengapa sikat gigi tak boleh terlalu sering dilakukan, bisa berdampak buruk untuk kesehatan

Pixabay
Tips sikat gigi yang benar 

TRIBUNHEALTH.COM - Satu di antara tujuan sikat gigi adalah untuk menghilangkan plak yang menempel pada gigi.

Bukti saat ini menunjukkan, banyaknya waktu yang digunakan untuk menyikat (hingga empat menit setiap kali sikat gigi) berbanding lurus dengan jumlah plak yang berkurang, dilansir TribunHealth.com dari Independet, Selasa (2/11/2021).

Artinya, semakin lama menyikat gigi, semakin banyak plak yang bisa dibersihkan.

Namun perlu ditekankan untuk tak terlalu sering menyikat gigi, lebih dari dua kali dalam sehari.

Pasalnya hal ini justru bisa berdampak buruk pada kesehatan gigi.

Baca juga: drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Ajarkan Cara Memilih Sikat Gigi yang Ideal dan Aman Digunakan

Baca juga: drg. Purwandito Pujoharjo: Menjaga Kebersihan Gigi Anak, Sikat Gigi Hingga Hindari Makanan Lengket

ilustrasi menyikat gigi
ilustrasi menyikat gigi (kompas.com)

Terlalu sering dan terlalu keras melakukan sikat gigi justru bersifat abrasif.

Artinya lapisan gigi bisa terkikis akibat dua hal tersebut.

Terutama jika menggunakan sikat gigi dengan bulu yang keras atau pasta gigi abrasif.

Alih-alih memperbanyak frekuensi, memperbaiki teknik sikat gigi menjadi pilihan yang lebih baik.

Ada banyak teknik menyikat gigi yang berbeda yang dapat digunakan untuk menyikat gigi dengan benar.

Baca juga: drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Ingatkan Jangan Sikat Gigi Terlalu Keras, Justru Bisa Merusak Gigi

Baca juga: Orang Tua Perlu Waspada, dr. Mustopa, Sp.PD Ingatkan Jika Anak-anak Bisa Mengalami Sepsis

Ilustrasi - Macam-macam sikat gigi
Ilustrasi - Macam-macam sikat gigi (Kompas.com)

Salah satu yang paling direkomendasikan adalah teknik “Bass” yang dimodifikasi, yang dimaksudkan untuk membersihkan pada dan di bawah garis gusi.

Area tersebut menjadi tempat di mana plak pertama kali terbentuk dan kemungkinan besar menyebabkan peradangan.

Selain itu dental floss dan sikat gigi interdental juga bisa digunakan.

Studi telah menemukan bahwa kerusakan gigi dan radang gusi dapat dikurangi dengan flossing.

Baca berita lain tentang kesehatan gigi dan mulut di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved