Breaking News:

Deteksi Risiko Pendarahan pada Otak Pasca Kepala Anak Terbentur, Ini Ulasan dr. Zizky Yombana, Sp.S

Berikut ini simak penjelasan dr. Zizky Yombana, Sp.S mengenai cara mendeteksi risiko perdarahan pada otak pasca kepala anak terbentur.

medan.tribunnews.com
Ilustrasi seorang anak yang sedang sakit-simak penjelasan dr. Zizky Yombana, Sp.S mengenai cara mendeteksi risiko perdarahan pada otak pasca kepala anak terbentur. 

TRIBUNHEALTH.COM - Perdarahan pada otak bukanlah kondisi yang sepele.

Keadaan ini bisa menjadi tanda bahwa area kepala sedang mengalami permasalahan.

Perdarahan bisa terjadi karena berbagai sebab.

Baca juga: Ilmuwan Jelaskan Mengapa Jadi Pelupa setelah Melahirkan, Punya Sisi Positif Terkait Pengasuhan Anak

Salah satunya ialah, akibat cidera yang terjadi pada kepala.

Cidera pada kepala umum dialami oleh kalangan anak-anak.

Kondisi tersebut bisa terjadi akibat jatuh dan membuat kepala sang anak terbentur.

Ilustrasi anak sakit
Ilustrasi seorang anak yang sedang sakit (Kompas.com)

Untuk mendeteksi adanya gangguan perdarahan pada otak, Dokter Spesialis Saraf, dr. Zizky Yombana, Sp.S menjabarkannya.

Baca juga: Simak Perbedaan Nyeri Kepala Biasa dengan Nyeri Kepala Tanda Stroke dari dr. Fahrulsyah Farid, Sp.BS

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, berikut sejumlah tanda yang bisa dicurigai,

Antara lain:

- Anak makin ngantuk

Ilustrasi pemeriksaan pada anak.
Ilustrasi pemeriksaan pada anak. (Freepik.com)

- Lemas sebelah

- Berubah perilaku

- dan muntah tanpa disertai mual.

Baca juga: Waspada! Dokter Sebut Sakit Kepala Sebelah Kanan Bisa Jadi Tanda Alami Carpal Tunnel Syndrome

Cidera pada kepala akibat terbentur yang dialami oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun, dimungkinkan akan terjadi perdarahan.

Perdarahan bisa timbul lantaran fungsi anatomis otak masih belum terlalu berkembang.

Ilustrasi - Otak manusia
Ilustrasi - Otak manusia (Shutterstock)

Baca juga: Sifilis Bisa Diobati dengan Antibiotik, Penting Dilakukan sebelum Berkembang dan Menyerang Otak

"Itu cenderung terjadi pendarahan, karena secara anatomi seperti itu," sambungnya.

Berbeda bila dialami oleh orang dewasa.

Menurutnya, perdarahan kecil kemungkinan terjadi pada orang dewasa.

Namun untuk mengetahui kondisi secara detil, lebih baik dilakukan pemeriksaan CT Scan dan selalu dalam pantauan observasi.

Baca juga: Fungsi Otak Wajar Alami Penurunan Seiring Bertambahnya Usia, Kapan Perlu Curiga Alami Demensia?

Penjelasan Dokter Spesialis Saraf, dr. Zizky Yombana, Sp.S ini dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube KompasTV, 12 Januari 2018.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved