Breaking News:

Peran Guru dan Keluarga Berikan Pengaruh pada Siswa Saat Pembelajaran Tatap Muka atau PTM

Psikolog Listyaningati menyebutkan belajar di rumah bersama orangtua dan belajar di sekolah bersama guru merupakan dua fenomena yang sangat berbeda.

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Wali Kota Bandung, Oded M Danial bersama Pembina Yayasan Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) meninjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Putri Boarding School, Pondok Pesantren (Ponpes) Daarut Tauhiid, Jalan Gegerkalong Girang, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021). Peninjauan ini dilakukan setelah acara simbolis penyerahan hibah bus dari Pemerintah Kota Bandung kepada Yayasan Daarut Tauhiid. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

TRIBUNHEALTH.COM - Dampak dari pandemi Covid-19, sudah hampir 2 tahun anak-anak belajar di rumah dengan bimbingan orangtuanya.

Namun, saat ini pembelajaran tatap muka atau PTM sudah mulai dilaksanakan kembali dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Anak-anak mulai masuk sekolah, mulai belajar dengan guru dan bertemu dengan teman-temannya.

Dengan kondisi yang masih terbatas ini, kondisi mental anak juga harus disipakan, karena sebelumnya anak-anak belajar dengan orangtua dan sekarang mulai belajar dengan guru.

Dilansir TribunHealth.com, Psikolog Listyaningati, M.Psi berikan tanggapan mengenai hal tersebut dalam tayangan YouTube Tribunjabar Video.

Psikolog Listyaningati menyebutkan belajar di rumah bersama orangtua dan belajar di sekolah bersama guru merupakan dua fenomena yang sangat berbeda.

Pasalnya fenomena ini juga akan mempengaruhi mental dari masing-masing anak tersebut, sehingga guru harus memiliki peran besar untuk anak-anak atau muridnya.

Baca juga: Psikolog Listyaningati, M.Psi Paparkan Beberapa Kekhawatiran yang Mungkin Muncul Saat PTM

PTM PELAJAR - Siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di UPT SD Negeri 2 Rajabasa, Senin (13/9/2021). Seiring penurunan status pandemi dari zona merah ke zona kuning atau dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 menjadi PPKM level 3 di Kota Bandar Lampung, pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas yang diikuti hanya 50 persen siswa. Selain itu selama pembelajaran berlangsung selama 2x60 menit sehari dan berlaku di seluruh jenjang pendidikan setempat, mulai tingkat SD, SMP dan SMA .(Tribunlampung.co.id/Deni Saputra)
PTM PELAJAR - Siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di UPT SD Negeri 2 Rajabasa, Senin (13/9/2021). Seiring penurunan status pandemi dari zona merah ke zona kuning atau dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 menjadi PPKM level 3 di Kota Bandar Lampung, pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas yang diikuti hanya 50 persen siswa. Selain itu selama pembelajaran berlangsung selama 2x60 menit sehari dan berlaku di seluruh jenjang pendidikan setempat, mulai tingkat SD, SMP dan SMA .(Tribunlampung.co.id/Deni Saputra) (Tribun Lampung/Deni Saputra)

Mengapa hal tersebut dapat mempengaruhi mental dari anak-anak?

Psikolog Listyaningati menjelaskan, keluarga dari murid memiliki perbedaan satu sama lain.

Ketika ada keluarga atau anak yang tumbuh pada keluarga yang tidak peduli, maka anak tersebut pasti kurang bimbingan dari orangtua dan pasti akan lebih senang ketika ia kembali ke sekolah.

Namun, ada juga keluarga yang membimbing anaknya belajar dengan intens.

Kedua hal ini sangat berpengaruh pada proses belajar sang anak. Sehingga anak yang dari keluarga yang tidak peduli akan lebih tertinggal materi belajarnya.

Selain itu, pada masa pandemi covid-19 ini juga ada perubahan peran yang terjadi.

Peran yang awalnya pembelajaran dipegang oleh guru, pada masa covid-19 ini peran mengajar harus dibantu oleh orangtua.

Psikolog Listyaning sebut tidak sepenuhnya peran tersebut diserahkan oleh orangtua, karena sekolah juga masih melakukan pembelajaran secara daring.

Namun mengenai pembimbingan langsung memang beralih ke orangtua.

Ketika peran ini beralih kepada orangtua, beberapa orangtua juga mengalami kendala akan hal tersebut.

Karena tidak semua orangtua memiliki kemampuan melakukan pembimbingan belajar pada anaknya.

Artinya kualitas atau kemampuan orangtua melakukan pembelajaran dalam belajar juga bermacam-macam.

Orangtua yang memiliki kemampuan membimbing anak dalam belajar, anak akan bisa mengikuti pelajaran dengan baik.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved