Breaking News:

Pembelajaran Tatap Muka, dr. S.T Andreas Tegaskan Kedua Pihak Harus Mematuhi Protokol Kesehatan

dr. S.T Andreas menjelaskan beberapa hal yang harus dilakukan dalam pembelajaran tatap muka atau PTM.

Tribun Lampung/Deni Saputra
PTM PELAJAR - Siswa mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) di UPT SD Negeri 2 Rajabasa, Senin (13/9/2021). Seiring penurunan status pandemi dari zona merah ke zona kuning atau dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 menjadi PPKM level 3 di Kota Bandar Lampung, pembelajaran tatap muka dilakukan secara terbatas yang diikuti hanya 50 persen siswa. Selain itu selama pembelajaran berlangsung selama 2x60 menit sehari dan berlaku di seluruh jenjang pendidikan setempat, mulai tingkat SD, SMP dan SMA .(Tribunlampung.co.id/Deni Saputra) 

TRIBUNHEALTH.COM - Program pemerintah pembelajaran tatap muka (PTM) sudah mulai dilakukan di beberapa titik.

Dilansir Tribunnews.com (06/10/2021), Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraam Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2021 itu telah berlaku pada semester ini.

Keputusan pemerintah mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) harus didukung dengan memperhatikan beberapa hal, salah satunya dengan menjaga protokol kesehatan, agar pembelajaran tatap muka (PTM) bisa berjalan secara kondusif.

Selain protokol kesehatan, hal apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan pembelajaran tatap muka (PTM)?

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Anak, dr. S.T Andreas memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Kompas Tv program Ayo Sehat.

Dalam penjelasannya tersebut, dr. S.T Andreas menjelaskan beberapa hal yang harus dilakukan dalam pembelajaran tatap muka atau PTM.

Baca juga: Dua Strategi Pemerintah dalam Mencegah Penularan Covid-19 pada saat Pembelajaran Tatap Muka

Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah.
Siswa kelas VII SMP N 9 Semarang sedang mengikuti proses belajar tatap muka di minggu terakhir sebelum libur Hari Raya Idul Fitri, Selasa (4/5/21). Dalam proses pembelajaran di bagi menjadi dua tahap yaitu setiap hari Senin dan Selasa yang mengikuti belajar tatap muka langsung di sekolah adalah siswa nomer absen 1-16 sedangkan Rabu dan Kamis nomer absen siswa 17-32. Untuk minggu ke dua nanti akan di balik biar semua merasakan belajar tatap muka di kelas sedangkan yang lainnya akan belajar online melalui live melalui aplikasi sekolah. Untuk prosoes pembelajaran dimulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB baik yang di sekolah maupun yang daring di rumah. (TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Pertama adalah kesiapan dari dua belah pihak, baik itu pihak sekolah atau penyelenggara dan dari pihak orangtua.

Orangtua harus paham benar bagaimana caranya anak dapat menjaga protokol kesehatan di luar rumah.

Orangtua harus memastikan jika anaknya patuh dan tidak ikut teman-temannya, meskipun nanti anak ketika di sekolah melihat teman lainnya membuka masker hingga tidak mau memncuci tangan dan tidak mematuhi protokol kesehatan, pastikan anak Anda tetap mematuhinya.

Pastikan anak mematuhi protokol kesehatan selama tatap muka sampai dengan waktunya pulang.

dr. S.T Andreas memaparkan jika pihak dari sekolah atau penyelenggara juga harus benar-benar memastikan bahwa anak-anak yang di dalam ruangan tatap muka tidak melepaskan masker.

"Jadi kita memang harus mengawasi program pemerintah pembelajaran tatap muka (PTM) ini."

"Hal penting yang harus dilakukan adalah menjaga protokol kesehatan agar berjalan dengan baik," papar dr. Andreas.

Kedua adalah setelah anak pulang sekolah, pastikan anak langsung pulang atau tidak bermain terlebih dahulu.

dr. Andreas sebut selain menjaga protokol kesehatan selama pembelajaran, ketika anak pulang dari sekolah menuju rumah, pastikan anak segera pulang atau langsung pulang.

Ketika anak sudah sampai di rumah, dr. Andreas menganjurkan untuk anak tersebut segera mandi dan mengganti pakaiannya dan baru bisa berinteraksi dengan orang rumah.

"Program pemerintah mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) mau tidak mau harus kita dukung, tapi kita juga harus waspada."

"Artinya meskipun kita sudah menjalankan PTM, kita tidak boleh lengah," terang dr. Andreas.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka Segera Dibuka, Psikolog Adib Setiawan Bagikan Persiapan yang Perlu Dilakukan

Wali Kota Bandung, Oded M Danial bersama Pembina Yayasan Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) meninjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Putri Boarding School, Pondok Pesantren (Ponpes) Daarut Tauhiid, Jalan Gegerkalong Girang, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021). Peninjauan ini dilakukan setelah acara simbolis penyerahan hibah bus dari Pemerintah Kota Bandung kepada Yayasan Daarut Tauhiid. Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Wali Kota Bandung, Oded M Danial bersama Pembina Yayasan Daarut Tauhiid, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) meninjau Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMP Putri Boarding School, Pondok Pesantren (Ponpes) Daarut Tauhiid, Jalan Gegerkalong Girang, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021). Peninjauan ini dilakukan setelah acara simbolis penyerahan hibah bus dari Pemerintah Kota Bandung kepada Yayasan Daarut Tauhiid. Tribun Jabar/Gani Kurniawan (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

dr. Andreas mengeaskan untuk semua pihak agar program ini bisa berjalan dengan baik dan pastikan sekolah yang menjalankannya memberikan laporan mengenai program tatap muka tersebut.

Ketiga adalah menjaga kekebalan tubuh sang anak.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved