Breaking News:

Waspada, Karang Gigi yang Kerap Disepelekan dapat Menjadi Kondisi yang Berbahaya

Dibandingkan dengan permasalahan gigi lain, setiap orang kebanyakan menyepelekan karang gigi. Karang gigi terbentuk akibat kurang menjaga oral hygiene

pixabay.com
ilustrasi karang gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit gusi dan gigi berlubang adalah dua masalah pada gigi dan mulut yang kerap dialami.

Dibandigkan dengan permasalahan gigi lain, setiap orang kebanyakan menyepelekan masalah karang gigi.

Bahkan tidak sedikit yang mengetahui letak karang giginya.

Kondisi ini akan berbahaya jika tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat

Karang gigi adalah penumpukan sisa-sisa makanan yang telah terkontaminasi oleh bakteri gram negatif pada mulut.

ilustrasi karang gigi
ilustrasi karang gigi (pixabay.com)

Baca juga: Dr. dr. Tan Shot Yen: Kesehatan Keluarga Bergantung dengan Cara Menyimpan Daging

Karang gigi yang terbentuk karena pengerasan material organik dan non organik dapat menyebabkan bakteri yang berbahaya untuk kesehatan.

Material organik terdiri dari seluler, selulernya adalah bakteri.

Bakteri menyebabkan penumpukan didalam mulut sehingga bisa menyebabkan karies gigi.

Bahkan karies gigi bisa menyebabkan gigi berlubang.

Karang gigi terbentuk diatas garis gusi atau permukaan gigi yang tampak pada rongga mulut.

Karang gigi berwarna putih, kuning kecoklatan dan hitam.

Baca juga: Interaksi Obat Lain Menyebabkan Perubahan Jumlah Obat Dalam Aliran Darah, Ini Penjelasan Dokter

40% dari orang yang mengalami penumpukan karang gigi beresiko terkena penyakit kardiovaskuler.

Beresiko lebih tinggi untuk terkena infeksi jantung.

Bakteri bisa masuk kedalam pembuluh darah yang ada pada gigi berlubang.

Pada penumpukan karang gigi, akan mempengaruhi aliran saliva dan masuk kedalam tubuh.

Jika adanya karang gigi dan gigi berlubang akan semakin banyak akumulasi bakteri.

Apabila masuk kedalam pembuluh darah bisa menyebabkan indokarditis atau infeksi pada jaringan.

Ini dikutip dari channel YouTube Tribun Health, dan disampaikan oleh drg. Tri Setyawati, M.Sc. Seorang dokter gigi. Rabu (28/4/2021)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved