Breaking News:

dr. Ariantana, Sp.A Sebut Balita dan Anak-anak Terinfeksi Covid-19 Justru dari Keluarga Dekat

dr. Ariantana, Sp.A menyarankan kepada anggota kelurga yang masih beraktivitas di luar rumah untuk selalu menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

Freepik.com
Ilustrasi - Seorang anak sedang melakukan isolasi mandiri 

TRIBUNHEALTH.COM - dr. Ariantana, Sp.A menyebutkan balita hingga anak-anak dapat terinfeksi covid-19.

Hal ini karena balita belum memiliki antibodi yang cukup baik.

Selain itu, struktur anatomi saluran pernapasan pada balita juga belum sempurna seperti pada orang dewasa.

Saluran pernapasan balita masih terbilang sempit, sehingga jika terjadi gangguan napas pasti akan mempengaruhi daya tahan tubuh anak tersebut.

Lalu bagaimana seorang balita hingga anak-anak dapat terpapar covid-19?

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Anak, dr. Ariantana, Sp.A memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribunjabar video.

dr. Ariantana menjelaskan jika menurut data, balita atau anak-anak terinfeksi covid-19 justru dari keluarga dekatnya, baik dari ayah atau ibu, atau kelurga lainnya.

Baca juga: dr. Ariantana, Sp.A: Tidak Hanya Orang Dewasa Saja, Anak-anak bahkan Balita dapat Terpapar Covid-19

Ilustrasi penyebaran virus Covid-19
Ilustrasi penyebaran virus Covid-19 (Kompas.com)

Pasalnya anggota keluarga yang masih bekerja atau beraktivitas di luar rumah, ketika pulang dapat membawa virus tersebut.

Virus yang terbawa tersebut dapat menularkan kepada keluarga atau lingkungan rumah termasuk anak-anak baik anak yang sudah besar maupun balita.

Sehingga dr. Ariantana, Sp.A menyarankan kepada orangtua atau anggota kelurga yang masih beraktivitas di luar rumah untuk selalu menjaga protokol kesehatan dengan ketat.

Ia juga menyarankan bagi orangtua atau keluarga setelah melakukan aktivitas di luar rumah, sesampainya di rumah sebaiknya membersihkan diri terlebih dahulu, mandi, cuci tangan dengan benar, dan kemudian baru berinteraksi dengan anaknya.

"Sering kali membersihkan diri ketika sampai di rumah itu yang dilupakan."

"Dan menurut data, memang benar anak-anak di rumah tertular dari orangtua atau anggota keluarga yang bekerja atau berakitivitas di luar rumah."

"Paling sering terjadi ya seperti itu, karena anak-anak hanya di rumah saja," terang dr. Ariantana.

Selain itu, anggota keluarga yang lain yang datang ke rumah atau main ke rumah juga bisa menjadi pembawa virus.

Sehingga orangtua juga harus lebih awas lagi dalam menjaga anaknya.

"Bukannya kita melarang anggota keluarga main ke rumah atau pegang anak, namun hal ini harus dihindari terlebih dahulu," papar dr. Ariantana.

"Ada pasien saya yang habis melahirkan kemudian bilang kalau nenek dan kakek ingin melihat cucunya, namun kita harus tahan dulu hal seperti ini."

"Karena memang masa pandemi ini kita harus sama-sama saling menjaga."

"Akhirnya ketika pasien diberikan pengertian seperti itu, pasien akan paham dan menjaga portokol kesehatan lebih baik lagi," lanjutnya.

Baca juga: Post Covid-19 Condition, Definisi WHO untuk Gejala Infeksi Virus Corona yang Bertahan Berbulan-bulan

ilustrasi isolasi mandiri
ilustrasi isolasi mandiri (kompas.com)
Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved