Breaking News:

dr. Ariantana, Sp.A: Tidak Hanya Orang Dewasa Saja, Anak-anak bahkan Balita dapat Terpapar Covid-19

dr. Ariantana menyebutkan jika 1 dari 8 penderita covid-19 adalah anak-anak dengan gejala yang mirip dengan orang dewasa.

kompas.com
ilustrasi isolasi mandiri 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter spesialis anak, dr. Ariantana, Sp.A sebut jika kebanyakan orang menganggap bahwa kecil kemungkinan covid-19 menyerang pada anak-anak.

Namun hal tersebut tidak dibenarkan oleh dr. Ariantana.

Pasalnya covid-19 dapat menyerang berbagai usia, mulai dari balita, anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia.

Dilansir TribunHealth.com, Dokter Spesialis Anak, dr. Ariantana, Sp.A memberikan penjelasan dalam tayangan YouTube Tribunjabar video.

Dalam penjelasannya, dr. Ariantana menyebutkan jika 1 dari 8 penderita covid-19 adalah anak-anak.

Dari 1 hingga 8 tersebut, 3 sampai 5 persen meninggal. Yang meninggal tersebut, 50 persennya adalah balita.

"Jadi balita juga bisa terkena covid-19," papar dr. Ariantana.

Baca juga: Indonesia Jadi Negara dengan Rangking Tertinggi Penanganan Covid-19 di Asia Tenggara

Anak-anak dan balita mengikuti rapid test dan swab test Covid-19 massal gratis yang digelar Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, di halaman Gedung Siola, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020). Ratusan warga yang mengikuti tes Covid-19 tersebut merupakan warga yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak kecil dan lansia turut menjadi peserta.
Anak-anak dan balita mengikuti rapid test dan swab test Covid-19 massal gratis yang digelar Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) RI, di halaman Gedung Siola, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (29/5/2020). Ratusan warga yang mengikuti tes Covid-19 tersebut merupakan warga yang telah ditentukan sebelumnya. Tidak hanya orang dewasa, namun juga anak kecil dan lansia turut menjadi peserta. (Surya/Ahmad Zaimul Haq)

"Pada kasus pandemi covid-19 ini, Indonesia termasuk memiliki angka kematian yang cukup tinggi untuk anak dan balita dibandingkan dengan angka rata-rata kematian di negara lain, termasuk China yang merupakan negara asal covid-19."

"Jadi bukan tidak mungkin anak dan balita dapat terkena infeksi covid-19," lanjutnya.

dr. Ariantana memaparkan jika penyebab balita terkena covid-19 kemungkinan karena balita belum memiliki antibodi yang cukup baik.

Selain itu, struktur anatomi saluran pernapasan pada balita juga belum sempurna seperti pada orang dewasa.

"Masih sempit, sehingga jika terjadi gangguan napas pasti akan mempengaruhi daya tahan tubuh anak tersebut," terang dr. Ariantana.

Lalu, apakah gejala covid-19 pada balita dan anak-anak memiliki kesamaan dengan gejala covid-19 pada orang dewasa?

dr. Ariantana menjelaskan jika secara umum gejala covid-19 dibagi menjadi dua, yaitu gejala pada sistemik atau gejela yang umum dan dikenal seperti demam.

"Balita dan anak-anak mungkin tidak bisa mengeluh pusing, dan biasanya mereka akan rewel," jelas dr. Ariantana.

"Kalau orangtua bisa mengeluh nyeri otot, pusing, nafsu makan berkurang, namun anak-anak tidak bisa bilang begitu."

"Pada balita mungkin tidak mau minum susu atau minum susunya berkurang, itu gejala sistemik yang sering muncul."

"Ada gejala lain, yaitu diare. Diare pada anak itu juga cukup besar sebagai gejala covid-19," lanjutnya.

Baca juga: Dampak Ibu Hamil yang Terpapar Covid-19 Varian Delta, Simak Penjelasan dr. Bayu Winarno, Sp. OG

Ilustrasi protokol kesehatan Covid-19, mengenakan maser
Ilustrasi protokol kesehatan Covid-19, mengenakan maser (Pixabay)

Gejala yang kedua adalah gejala pada saluran napas.

Gejala pada saluran napas ini umum terjadi dan mirip dengan gejala pada orang dewasa.

Halaman
12
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved