Breaking News:

Pasien Kanker Payudara Banyak yang Pakai Ganja untuk Redakan Sakit, Bagaimana Sudut Pandang Medis?

Sebuah survei di AS menunjukkan banyak pasien kanker payudara yang memanfaatkan ganja untuk menghilangkan rasa sakit

Pixabay
Ilustrasi ganja untuk pengobatan kanker 

TRIBUNHEALTH.COM - Pasien kanker payudara banyak yang menggunakan ganja untuk meredakan rasa sakit dari gejala yang dialami.

Hal itu terungkap dalam sebuah survei baru-baru ini, dilansir TribunHealth.com dari NBC News, Rabu (13/10/2021).

Namun, yang menjadi pertanyaan besarnya adalah, bagaimana dampak interaksi penggunaan ganja terhadap pengobatan kanker?

Survei anonim tersebut melibatkan lebih dari 600 orang dewasa dengan diagnosis kanker payudara.

42 persen lebih dilaporkan menggunakan beberapa bentuk ganja untuk menghilangkan gejala seperti mual dan muntah, nyeri, insomnia, kecemasan dan stres.

Hasil penelitian tersebut diterbitkan dalam laporan di Cancer, Selasa (12/10/2021).

“Mereka tidak menggunakannya untuk menjadi mabuk, tetapi untuk mengelola efek samping dari kanker payudara atau perawatan untuk kanker payudara,” kata penulis studi, Dr. Marisa Weiss, pendiri dan kepala petugas medis Breastcancer.org dan ahli onkologi di Pusat Medis Lankenau di Wynnewood, Pennsylvania.

Baca juga: Kesadaran Akan Bahaya Kanker Payudara Perlu Dibangun, Masih Bisa Disembuhkan jika Didiagnosis Dini

Baca juga: Radioterapi Bisa Digunakan untuk Kanker Payudara pada Pria, Simak Prosedur dan Efek Sampingnya

Ilustrasi ganja untuk kanker payudara
Ilustrasi ganja untuk kanker payudara (Pixabay)

“Ini bisa menjadi perjalanan yang cukup berat. Orang-orang berjuang untuk terus maju dan memiliki kualitas hidup yang wajar.”

Untuk melihat lebih dekat penggunaan ganja oleh pasien kanker payudara, Weiss dan rekan-rekannya mengirimkan survei 47 pertanyaan kepada 612 orang dewasa — 605 adalah wanita dan lima pria.

Dua lainnya memilih untuk tidak menjawab pertanyaan tentang gender.

Semua direkrut melalui komunitas Breastcancer.org dan Healthline.com.

Sementara 39 persen mengatakan mereka berterus terang mengenai penggunaan ganja kepada dokter mereka.

Dari 42 persen yang mengatakan mereka menggunakan ganja, 78 persen mengatakan mereka menggunakannya untuk menghilangkan rasa sakit, 70 persen untuk membantu insomnia, 57 persen untuk menghilangkan kecemasan, 51 persen untuk mengatasi stres, dan 46 persen untuk membendung mual dan muntah.

Sebagian besar, 79 persen, mengatakan mereka menggunakan ganja selama pengobatan.

Baca juga: Kanker Payudara Bisa Terjadi pada Pria, Dapat Diatasi dengan Operasi Mastektomi, Apa Itu?

Baca juga: Cara Mencegah Kanker Payudara Belum Diketahui, Faktor Risiko Bisa Diminimalisir dengan Cara Berikut

Responden melaporkan menggunakan berbagai sumber ganja: tujuh puluh persen mengatakan mereka menggunakan edibles, dan 65 persen cairan atau tincture.

“Hanya sedikit yang memberi tahu dokter mereka tentang hal itu,” kata Weiss, “dan banyak yang mendapatkan informasi, serta produk, dari anggota keluarga.”

Mayoritas peserta, 70 persen, percaya bahwa ganja harus dilihat sebagai obat nabati, bahwa produk alami lebih baik daripada "bahan kimia" dan bahwa manfaat ganja lebih besar daripada risikonya.

Selain itu, 49 persen pengguna ganja mengatakan mereka percaya bahwa ganja medis dapat digunakan untuk mengobati kanker itu sendiri.

Amankah interaksi ganja dengan obat kanker?

Meskipun mengakui bahwa ganja dapat membantu pasien kanker payudara, Weiss khawatir pasien tidak berkonsultasi dengan dokter mereka.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved