Breaking News:

Meski Punya Kandungan Protein Bagus, dr. Tan Shot Yen Ingatkan Ada Bahaya Konsumsi Telur Berlebihan

dr. Tan menjelaskan makanan apa pun tak baik jika dikonsumsi berlebih, tak terkecuali telur

Pixabay
Ilustrasi penyimpanan telur ayam 

TRIBUNHEALTH.COM - Telur merupakan salah satu makanan murah, namun memiliki kandungan protein yang banyak.

Karenanya, telur bisa menjadi opsi makanan harian untuk menunjang kebutuhan gizi tubuh.

Namun apakah ada batasan dalam mengonsumsi telur?

Terkait hal ini, dokter, filsuf, dan ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen memberikan penjelasan.

Dalam program Malam Minggu Sehat Tribunnews, dia menjelaskan makanan apa pun tak baik jika dikonsumsi berlebih, tak terkecuali telur.

"Segala sesuatu yang baik, kalau terlalu banyak, tidak akan baik lagi," jelasnya, dikutip TribunHealth.com.

Baca juga: Mengenal Kandungan Gizi dalam Telur Ayam, Aman Dikonsumsi meski Mengandung Kolesterol

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Jelaskan Manfaat Telur, Bisa Cegah Stunting jika Dikonsumsi Sejak MPASI

Ilustrasi penyimpanan telur ayam
Ilustrasi penyimpanan telur ayam (Pixabay)

Biasanya, konsumsi telur dalam jumlah yang banyak dilakukan oleh atlet atau body builder.

"Binaragawan pengen ototnya bagus... biasanya bisa makan telur sampai 12 sehari," contoh dr. Tan.

Dalam hal ini, dr. Tan tak berbicara spesifik mengenai kasus tersebut.

Dia mengingatkan, telur mengandung protein.

Namun, protein tetap tidak boleh melebihi proporsinya sebagai makronutrien.

"Protein biasanya kita tidak akan melakukan lebih dari 20 persen 25 persen dari total kalori," paparnya.

Pasalnya ada risiko jika konsumsi protein berlebihan.

Baca juga: dr. Tan Shot Yen Ingatkan Bahaya yang Mengintai di Balik Kebiasaan Makan Telur Mentah

Baca juga: Ibu Hamil Kerap Dilarang Makan Telur Mentah, dr. Tan Shot Yen Jelaskan Alasannya

Ilustrasi telur ayam yang mengandung tinggi protein
Ilustrasi telur ayam yang mengandung tinggi protein (jogja.tribunnews.com)

Terlebih lagi jika makronutrien lain tak terpenuhi, atau malah sengaja dikurangi jumlahnya.

"Itu akan membuat ginjal anda bekerja super keras sekali," paparnya.

Jadi, dr. Tan Shot Yen menyarankan, selain olahragawan baiknya tak mengonsumsi telur dalam jumlah yang berlebihan.

"Dengan catatan kalau anda makan sehari cuma satu, buat sarapan, it's okay," tandasnya.

"Tetapi sekali lagi, kalau saya sih membuat telur itu menjadi bagian dari protein yang lain."

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved