Breaking News:

drg. Anastasia Menyampaikan Bahwa Obat Kumur Tidak Boleh Digunakan Terlalu Sering

Obat kumur sering kali digunakan untuk membersihkan dan menyegarkan area mulut. Ternyata pemakaian obat kumur yang terlalu sering tidak baik.

grid.id
ilustrasi obat kumur 

TRIBUNHEALTH.COM - Obat kumur ialah cairan berobat yang biasa digunakan dengan cara dikumurkan.

Artinya, obat kumur adalah material obat dan penggunaannyapun memiliki tujuan.

Anti mikrorganisme memiliki tujuan untuk membunuh mikroorganisme.

Penggunaan obat kumur biasanya digunakan untuk mengurangi plak gigi dan menghambat pertumbuhan plak gigi.

Tetapi yang paling utama dalam proses pembersihan rongga mulut adalah pembersihan dengan cara yang tepat.

ilustrasi obat kumur
ilustrasi obat kumur (grid.id)

Baca juga: Mengapa Gigi Tidak Terasa Sakit saat Ditusuk, Benarkah Gigi Sudah Mati? Simak Ulasan drg. Munawir

Pembersihan dengan cara yang tepat ialah dimana plak dan sisa makanan terlepas, kalkulus tidak ada lagi pada seluruh permukaan gigi kita termasuk pada permukaan jaringan lunak pada rongga mulut.

Artinya, pembersihan bukan hanya dengan berkumur.

Yang boleh dilakukan secara rutin adalah, berkumur menggunakan air putih saja sudah cukup.

Selain berkumur menggunakan air putih, pembersihan menggunakan sikat gigi setiap sehabis makan dan minum selain air putih.

Termasuk harus rutin membersihkan karang gigi ke dokter paling lambat setiap 6 bulan sekali.

Baca juga: Mengapa Gigi Nyeri Disertai Pusing? Begini Penjelasan Dr. drg. Munawir H. Usman, SKG., MAP

Jika mengalami nafas yang tidak segar, perlu diketahui apakah pemicunya berasal dari kesehatan rongga mulut ataukah dari kesehatan umum (general).

Dari etiologis tersebut akan menentukan tindakan yang bisa dilakukan baik oleh dokter maupun pemilik raga dalam maintenance sehari-harinya.

Apabila sekedar membersihkan area mulut untuk sehari-hari, tidak disarankan yang mengandung bahan anti organisme.

Jika obat kumur yang digunakan pun menggunakan bahan kimia, juga tidak disarankan.

Karena bahan kimia yang tidak ideal atau tidak familiar dengan jaringan lunak terutama pada rongga mulut kita bisa memicu kejadian iritasi.

Baca juga: Kenali Tanda Anak Alami Gangguan Mental, Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Sampaikan Hal Ini

Selain iritasi, juga bisa memicu gangguan pada kelenjar air ludah dan sebagainya.

Apabila obat kimur yang digunakan kebetulan mengandung anti mikroorganisme, maka keseimbangan okulasi mikroorganisme didalam mulut akan terganggu karena pemakaian yang terus menerus.

Sebagai pengganti obat umur, disarankan untuk menggunakan air putih biasa atau menggunakan herbal.

Obat kumur berbahan herbal bisa menggunakan daun sirih, dan daun kemangi.

Baca juga: Ketahui Ciri-ciri Memiliki Lidah yang Sehat dari drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati

Tak hanya daun sirih saja, daun kemangi memiliki kemampuan menghambat petumbuhan bakteri, mematikan bakteri, bahkan setara dengan chlorexidine salah satu material yang biasa digunakan dalam kedokteran gigi untuk menghambat pertumbuhan bakteri.

Sangat disarankan untuk melakukan pembersihan yang tepat tanpa melakukan tindakan-tindakan yang berlebihan.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews.com bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati. Seorang dokter spesialis gigi. Jumat (20/11/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved