Breaking News:

CPR yang Dilakukan oleh Orang Awam Bisa Menyebabkan Patah Tulang Rusuk? Begini Penjelasan dr. Siswo

Pemberian CPR pada orang yang mengalami henti jantung harus segera dilakukan. Sebab saat henti jantung, organ jantung tidak mampu memompa darah.

freepik.com
ilustrasi seseorang yang melakukan tindakan cpr 

TRIBUNHEALTH.COM - Kegiatan olahraga memiliki resiko cedera maupun kondisi gangguan kerja fisik secara mendadak.

Resusitasi jantung paru atau CPR merupakan prosedur gawat darurat untuk membantu menyelamatkan nyawa seseorang ketika mengalami henti jantung.

Pemberian CPR pada orang yang mengalami henti jantung harus segera mungkin dilakukan.

Sebabnya selama henti jantung terjadi, organ jantung tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh termasuk otak dan paru-paru.

Padahal detak jantung adalah tanda bahwa organ jantung bekerja dengan baik.

ilustrasi seseorang yang melakukan tindakan cpr
ilustrasi seseorang yang melakukan tindakan cpr (freepik.com)

Baca juga: Cacing Kremi pada Anak Bisa Diatasi Sendiri, Berikut Ini Sejumlah Tips Agar Tak Terinfeksi Lagi

Jika pertolongan pertama terlambat diberikan, kematian tak bisa dihindarkan.

Jantung memiliki listrik atau diesel untuk menjalankan organ jantung atau memompa jantung.

Yang disebut dengan henti jantung, kelistrikan pada jantung tersebut mengalami gangguan.

Jantung berhenti dan supply oksigen ke jantung dan ke organ yang lain juga behenti.

Apabila seseorang mengalami tersebut, maka terjadilah hal yang fatal.

Jika mengalami henti jantung, satu-satunya cara adalah CPR.

Baca juga: Berbagai Faktor Risiko Picu Alami Turun Peranakan, Simak Ulasan dr. Asih Anggraeni, Sp. OG(K)

Lakukan CPR dengan posisi yang tepat di dada pada bagian iga ataupun rusuk tidak menjadi masalah.

Karena diantara tulang rusuk dan tulang dada terdapat tulang rawan yang elastis.

Tindakan CPR yang benar bukan dengan menekan tulang iga.

Banyak orang awam yang menganggap jantung terletak disebelah kiri, sehingga dikompres disebelah kiri.

Padahal jantung terletak ditengah dan menghadap ke kiri.

Sehingga yang harus ditekan adalah pada bagian tengah antara tulang rusuk dan tulang dada.

Baca juga: Sering Sariawan, Apakah Tanda Penyakit? Ini Kata drg. Erni Marlina Sp.PM. Ph.D

Jika yang ditekan adalah bagian kiri, maka tulang akan mengalami patah semua.

Apabila CPR pada tempat dan dengan cara yang benar, maka seseorang yang mengalami henti jantung akan tertolong.

Patah tulang merupaka salah satu efek dari tindakan CPR.

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved