Breaking News:

Faktor Lingkungan dan Sering Mengonsumsi Obat Anti Inflamasi Non-Steroid Memicu Radang Usus Buntu

Usus buntu dalam istilah medis disebut dengan apendicitis. Apendicitis merupakan peradangan pada usus buntu karena adanya infeksi atau penyumbatan.

kompas.com
ilustrasi obat anti inflamasi non-steroid 

TRIBUNHEALTH.COM - Radang usus buntu adalah kondisi umum yang bisa dialami oleh semua usia.

Dalam istilah medis, radang usus buntu disebut dengan apendicitis.

Apendicitis merupakan peradangan apendiks vermiformis (umbai cacing/usus buntu).

Peradangan biasanya terjadi karena adanya infeksi atau oenyumbatan pada saluran pencernaan.

Radang usus umumnya diduga disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh.

Beberapa hal lain yang menyebabkan radang usus terjadi biasanya dipicu oleh faktor pola hidup, seperti merokok.

ilustrasi obat anti inflamasi non-steroid
ilustrasi obat anti inflamasi non-steroid (kompas.com)

Baca juga: drg. Kustini Menyarankan Anak yang Memiliki Struktur Gigi Renggang Sebaiknya Dibawa ke Dokter Gigi

Selain pola hidup, pemicu lainnya adalah lingkungan dan seringnya mengonsumsi obat anti inflamasi non steroid.

Inflammantory bowel desease atau biasa disebut dengan radang usus disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh.

Radang usus dibagi menjadi 2, yaitu penyakit Crohn dan Kolitis ulseratif dikarenakan perbedaan tempat yang terkena.

Penyakit Crohn, bisa mengenai hampir seluruh saluran pencernaan.

Mulai dari mulut, kerongkongan, lambung, usus 12 jari, usus halus, dan usus besar.

Pada kolitis ulseratif hanya ada pada usus besar.

Baca juga: Sariawan yang Muncul saat Berpuasa Merupakan Akibat dari Timbulnya Rangsangan Bakteri

Walau gejala radang usus bervariasi, namun pada umumnya radang usus muncul diawali dengan keluhan pada pencernaan bagian dalam.

Gejala radang usus buntu:

- Nyeri perut/kram perut

- Perut kembung

- Diare

- Nafsu makan berkurang

- Berat badan menurun

- BAB berdarah

Baca juga: Banyak yang Salah Mengartikan Kesuburan dan Kejantanan Merupakan Hal Sama

Halaman
12
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved