Breaking News:

dr. Adityo Susilo Jelaskan Ibu Menyusui Tetap Boleh Berikan ASI saat Terkena Demam Berdarah

Demam berdarah merupakan penyakit yang menyebar lewat gigitan nyamuk, termasuk sering terjadi di Indonesia

kompas.com
ilustrasi ibu menyusui terkena demam berdarah, apa yang perlu dilakukan? 

TRIBUNHEALTH.COM - Ibu menyusui kerap khawatir ketika sakit atau memiliki masalah kesehatan tertentu, tak terkecuali demam berdarah.

Pasalnya ada ketakutan jika demam berdarah bisa menular ke buah hati melalui ASI.

Dokter Spesialis penyakit dalam, konsultan penyakit tropik dan infeksi, dr. Adityo Susilo, membenarkan memang ada kemungkinan demikian.

"Jadi memang kalau melihat beberapa literatur ilmiah, ada kemungkinan memang virus dengue ditransmisikan lewat ASI," katanya, dikutip TribunHealth.com dari Ayo Sehat Kompas TV.

Namun, kejadian ini sangat jarang terjadi.

dr. Adityo Susilo menegaskan manfaat ASI masih jauh lebih besar dibanding risiko yang ada.

Ilustrasi ibu menyusui
Ilustrasi ibu menyusui (Tribunnews.com)

Baca juga: Dokter Tegaskan Pentingnya Pengenalan Dini Gejala DBD, Waspadai Demam Tinggi Disertai Nyeri Kepala

Baca juga: Mengenal Sederet Gejala Penyakit DBD, Bisa Mengancam Nyawa Jika Terlambat Ditangani

"Tapi pada kenyataannya, kejadian itu sangat-sangat kecil."

"Dan manfaat ASI kepada bayi itu jauh lebih besar dari pada risiko."

Karenanya, dia menyebut ibu menyusui yang terkena demam berdarah tetap boleh menyusui.

"Jadi semua panduan di seluruh dunia mengatakan untuk ibu yang terinfeksi demam berdarah dan menyusui, tetap dianjurkan untuk meneruskan."

2 dari 3 halaman

"Tentu dengan pemantauan yang lebih ketat saya kira," tandasnya.

ilustrasi nyamuk aedes aegypthi
ilustrasi nyamuk aedes aegypthi (kompas.com)

Baca juga: Cara Mencegah Infeksi Virus Dengue, Dokter Sebut Fogging Bukan Kunci Utama Basmi Nyamuk Aedes

Baca juga: Bentol Akibat Gigitan Nyamuk, Apakah Tergolong pada Penyakit Kulit Dok?

Penularan demam berdarah sebenarnya terjadi lewat gigitan nyamuk aedes aegypti dan aedes albopictus.

"Kenapa penyakit ini selalu menjadi trending di Indonesia?"

"Karena kita memang negara tropis," papar dr. Adityo.

Negara tropis menjadi wilayah yang nyaman bagi nyamuk aedes.

Akibatnya, perkembangannya cukup cepat.

Ketika kasus DBD meningkat, patut dicurigai perkembangan nyamuk pembawa juga tengah mengalami peningkatan.

Biasanya peningkatan tersebut terjadi di awal dan penghujung musim hujan.

Pasalnya, pada masa tersebut banyak genangan air.

"Sehingga si vektornya ini dapat bertumbuh lebih cepat."

3 dari 3 halaman

"Kemudian saat dia membawa virusnya, menggigit orang, akhirnya menimbulkan infeksi," paparnya.

Baca berita lain tentang kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Nur)

Selanjutnya
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved