Breaking News:

Dokter Tegaskan Pentingnya Pengenalan Dini Gejala DBD, Waspadai Demam Tinggi Disertai Nyeri Kepala

Pengenalan terhadap gejala DBD merupakan bagian penting dari keberhasilan tatalaksana

Pixabay.com
Ilustrasi nyamuk aedes aegypti 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter Spesialis penyakit dalam, konsultan penyakit tropik dan infeksi, Adityo Susilo, berbicara soal penyakit demam berdarah dengue (DBD) dalam program Ayo Sehat Kompas TV.

Salah satu yang ia paparkan adalah beberapa hal yang perlu diwaspadai terkait DBD.

Pertama, yang harus dikenali adalah gejalanya.

dr Adityo menjelaskan pengenalan dini terhadap gejala adalah kunci keberhasilan tatalaksana.

"Jadi artinya pada saat kita berada dalam musim yang berisiko, seseorang mengalami demam tinggi mendadak."

"Sampai 39-40 derajat, disertai dengan nyeri kepala, nyeri ulu hati, mual, nafsu makan turun."

Baca juga: Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Penyakit Demam Berdarah Dengue, Kenali Gejala-gejalanya

Baca juga: Dok, Seperti Apa Pengobatan untuk Penyakit Malaria?

ilustrasi demam berdarah
ilustrasi demam berdarah (kompas.com)

"Saya kira itu adalah kunci kita harus hati-hati, jangan-jangan terinfeksi demam berdarah," paparnya dalam tayangan yang diunggah di YouTube pada 29 April 2021 itu.

Dalam forum yang sama, dr Adityo juga menjelaskan fase yang terjadi pada DBD.

Fase Demam

Pertama, penderita DBD akan mengakami demam tinggi.

Gejala ini muncuk kira-kira hari ketiga atau hari keempat.

"Saat fase demam ini, pasien akan mengalami demam yang luar biasa mengganggu sekali."

"Demamnya tinggi, pasien merasa badannya sakit-sakit semua, dan tak jarang nyeri kepala hebat sampai pasien mengalami kesakitan luar biasa," tambah dr Adityo.

Dia menambahkan, bisa dialami juga nyeri ulu hati dan mual.

"Jadi seringkali makannya juga jadi lebih sulit," tandasnya.

Baca juga: Dokter Jelaskan Gejala Umum Penyakit Meningitis, Sering Tak Disadari karena Hanya Demam

ilustrasi demam berdarah
ilustrasi demam berdarah (tribunnews.com)

Fase Kritis

Fase kritis ini terjadi dua hingga tiga hari.

"Antara 48-72 jam," jelas dr Adityo.

Berarti fase ini bisa dialami sekitar hari keempat hingga ketujuh infeksi.

Yang terjadi pada fase ini, justru keluhan pasien bisa mengalami perbaikan.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved