Breaking News:

Berubahnya Rutinitas selama Pandemi Bisa Picu Brain Fog, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Brain fog juga dilaporkan muncul sebagai dampak jangka panjang covid atau long haul covid

Freepik
Ilustrasi brain fog atau kabut otak 

TRIBUNHEALTH.COM - Brain fog atau kabut otak disebut sebagai salah satu dampak yang muncul ketika mengalami long covid.

Brain fog sendiri merupakan kesulitan untuk berfikir jernih.

Akibatnya, seseorang menjadi sulit konsentrasi dan tidak fokus ketika berpikir mengenai suatu hal.

“Brain fog adalah kumpulan gejala yang menimbulkan hilangnya kejernihan mental atau pemikiran yang kabur,” tulis Sabina Brennan dalam bukunya yang baru-baru ini diterbitkan “Beating Brain Fog”, sebagaimana diberitakan CNBC.

Meskipun tidak ada statistik tentang prevalensi kabut otak secara khusus, Brennan menyoroti bahwa sekitar 600 juta orang di seluruh dunia menderita disfungsi kognitif, yang katanya merupakan deskripsi klinis dari masalah ini.

Namun, meski tak semua mengalami Covid-19, seseorang tetap bisa terkena kabut otak.

Brennan mengatakan kepada CNBC mengenai cara untuk mengatasinya.

Otak menyukai pola

Ilustrasi - Sel otak
Ilustrasi - Sel otak (Kompas.com)

Baca juga: Penelitian Ungkap Bakteri Penyebab Penyakit Gusi Bisa Serang Otak, Dikaitkan dengan Alzheimer

Baca juga: dr. Debby Amelia Jelaskan Mengenai Alzheimer yang Pengaruhi Otak Manusia, Bisa Picu Demensia

Menurut Brennan, salah satu alasan utama orang mengalami kabut otak adalah karena kurangnya rutinitas.

Sebelum pandemi, Brennan mengatakan bahwa sekitar 40% dari perilaku kita adalah kebiasaan, dan ini “penting agar otak kita berfungsi secara efektif.”

Halaman
1234
Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved