Breaking News:

drg. R. Ngt. Anastasia Menjelaskan Perbedaan Bau Mulut Berdasarkan Penyebabnya

Ketika seseorang merasa bahwa bau mulutnya sangat mengganggu, bahkan merasa seperti bau busuk dokter akan menentukan apakah itu benar-benar halitosis

freepik.com
ilustrasi bau mulut 

TRIBUNHEALTH.COM - Antara halitosis atau bau mulut dan aroma dari gigi yang membusuk memiliki perbedaan.

Pada halistosis, bau terdapat unsur sulfur.

Materialnya adalah folatil sulfur compound yang terbentuk dari aktifitas bakteri gram negatif.

Dalam beraktivitas membutuhkan protein, pada gram positif membutuhkan karbohidrat lalu bisa memicu kejadian gigi berlubang.

Tetapi halitosis dipicu oleh bakteri gram negatif, untuk bisa beraktivitas membutuhkan material protein.

Apabila kondisinya dari rongga mulut kita, dan benar-benar aktivitas bakteri terkait maka kebersihan jaringan-jaringan organ dalam rongga mulut yang terdapat penumpukan protein harus dibersihkan.

ilustrasi bau mulut
ilustrasi bau mulut (freepik.com)

Baca juga: dr. Hardja Widjaja: Tidak Semua Batuk dan Demam Menandakan Positif Covid-19

Permukaan lidah, dari pangkal lidah sampai depan adalah tempat terjadinya penumpukan protein.

Permukaan lidah kita tidak licin, tetapi ada papila lidah yang menyebar dari area pangkal hingga ke depan pada area dorsal.

Pada area yang berbentuk seperti jamur memungkinkan sisa makanan menempel, epitel-epitel lepasan dari rongga mulut terperangkap dan material protein akan diubah oleh bakteri-bakteri gram negatif untuk menjadi material yang bisa memicu kejadian halitosis.

Di area gusi, terutama area gusi yang diantara sela-sela gigi pada umumnya tidak mudah dibersihkan.

Termasuk tentu saja dari lubang gigi, dimana pada area tersebut kebetulan terdapat material protein.

Baca juga: Sisa Makanan yang Terselip pada Gigi, Menjadi Faktor Utama Penyebab Nyeri pada Gigi Bungsu

Jenis bakteri yang bisa memunculkan halitosis, bisa dari sisa makanan yang masuk kedalam lubang gigi.

Pada kasus-kasus lain, dimana penyebabnya bukan halitosis juga memunculkan aroma tertentu.

Misal pada penderita kanker rongga mulut, memiliki aroma yang berbeda.

Pada kasus gigi berlubang yang hingga area persyarafan dan sudah sampai proses pembusukan ke dalam, terjadi proses kematian pulpa, pembusukan yang terjadi pada area akar dan jaringan pendukung gigi juga bisa memunculkan aroma yang lain.

Tetapi aromanya berbeda, karena penyebab aroma berasal dari gangren.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribunnews.com, bersama dengan drg. R. Ngt. Anastasia Ririen Pramudyawati, Dokter spesialis gigi. Jumat (23/10/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved