Breaking News:

dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And: Tingkat Keparahan dalam Kesuburan Tergantung dengan Kualitas Sperma

Pada kalangan awam sering menganggap bahwa kesuburan adalah masalah wanita. Padahal pria memiliki masa subur yang menentukan berhasilnya kehamilan.

batam.tribunnews.com
Ilustrasi sperma normal pada pria 

TRIBUNHEALTH.COM - Kalangan awam menganngap bahwa masalah kesuburan adalah urusan perempuan.

Padahal, pria juga memiliki masa kesuburan yang menentukan berhasil atau tidaknya proses kehamilan.

Masa subur laki-laki berbeda dengan masa subur perempuan yang umum dikenal.

Laki-laki yang masih bisa menghasilkan sperma dengan kualitas baik dan dalam jumlah yang cukup dianggap masih dalam masa subur.

Jika perempuan memiliki siklus masa subur, maka yang perlu diperhatikan oleh laki-laki adalah sperma yang memiliki kualitas baik, sehat, dan subur.

Sperma yang sehat, tak hanya menunjukkan kesehatan organ reproduksi pada pria.

Ilustrasi sperma normal pada pria
Ilustrasi sperma normal pada pria (batam.tribunnews.com)

Baca juga: Pentingnya Mengenal Beberapa Permasalahan yang Menganggu Kesehatan Mulut

Tetapi juga mampu meningkatkan peluang terjadinya kehamilan pada pasangan.

Untuk meningkatkan peluang terjadinya kehamilan, sperma harus dalam kondisi sehat dan berkualitas agar saat proses membuahi telur dapat berjalan dengan lancar.

Jumlah sperma didalam cairan air mani sangat penting jika berusaha menginginkan kehamilan.

Angka sperma yang tidak normal dapat menunjukkan kondisi kesehatan.

2 dari 3 halaman

Ada tingkatan keparahan dalam kesuburan, tergantung dari kualitas sperma.

Kualitas sperma dilihat dari 3 hal, yakni jumlah, bentuk, dan dan pergerakan sperma.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Mulut Agar Terhindar dari Gangguan Penyakit Mulut

Tingkat keparahan dalam kesuburan tergantung dari jumlah sperma.

Semakin sedikit jumlah sperma, maka akan semakin parah.

Jumlah normal dari sperma berkisar 15 juta hingga lebih dari 200 juta sperma/ml sperma.

Sedangkan jumlah sperma yang kurang dari 15 juta/ml atau 39 juta sperma per ejakulasi dianggap rendah atau tidak normal.

Dalam pergerakan sperma, semakin banyak yang mati maka akan semakin parah juga.

Pada kesuburan, semakin sedikit jumlah sperma maka akan semakin sulit diobati dan semakin lama prosesnya.

Sedikitnya jumlah sperma akan semakin sulit untuk menghamili.

Baca juga: drg. Nadia Yuniastuti Winarta: Restorasi Gigi tidak bisa Mengatasi Gigi yang Meninggalkan Akar

Sedangkan banyak tempat seleksi sperma, seperti didalam rongga vagina, serviks, dan rahim.

3 dari 3 halaman

Sperma yang tidak bagus akan mati dan tidak sampai pada telur.

Oleh karena itu jumlah sperma harus banyak, walaupun hanya satu sperma saja yang sampai ke telur.

Sperma yang bagus bisa sampai tembus ke ovum perempuan.

Semakin sedikit jumlah sperma, semakin buruk pergerakannya, maka kualitas sperma semakin parah.

Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Timur, bersama dengan dr. Rahmawati Thamrin, Sp.And. Seorang dokter spesialis andrologi. Kamis (10/9/2020)

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Selanjutnya
Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved