Breaking News:

Waspada, Kebiasaan Marah Bisa Memperberat Penyakit Stroke, Simak Kata dr. Fahrulsyah Farid, Sp.BS.

Berikut ini simak penjelasan dr. Fahrulsyah Farid, Sp.BS. yang mengungkapkan bahwa kebiasaan marah dapat memperberat penyakit stroke.

Pixabay
Ilustrasi marah bisa picu perberat penyakit stroke-Simak penjelasan dr. Fahrulsyah Farid, Sp.BS. 

TRIBUNHEALTH.COM - Stroke adalah gangguan pada otak yang disebabkan oleh terhambatnya aliran darah ke otak atau pecahnya pembuluh darah otak.

Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian di dunia.

Dilansir Tribunhealth.com dari tayangan YouTube Tribun Timur, dr. Fahrulsyah Farid, Sp.BS. mengungkapkan, penyakit ini bisa diperparah karena berbagai sebab.

Baca juga: Memahami Pentingnya Perawatan Kulit Wajah dari dr. Dhiya Ul Azka yang Penting untuk Diketahui

Salah satunya karena memiliki kebiasaan emosi yang tinggi atau marah-marah.

Kondisi ini berkitan dengan sistem kerja otak bagian depan yang mengatur fungsi emosi.

ilustrasi kemarahan orangtua terhadap anak
ilustrasi kemarahan orangtua terhadap anak (Kompas.com)

Baca juga: dr. Zulvia Oktaninda Syarif, Sp.KJ Sebut Korban Body Shaming Perlu Komunikasi Asertif, Apa Itu?

Bila mengalami masalah maka bisa menyebabkan pembuluh darah menjadi pecah secara tiba-tiba.

"Jangan marah-marah, karena itu bisa memperberat (penyakit stroke)."

"Nanti pembuluh darah bisa pecah tiba-tiba," ungkapnya.

Keadaan ini, berkaitan dengan terjadinya penyakit aneurisma atau deformitas dari pembuluh darah.

Baca juga: Nyeri Perut Akibat Pankreatitis Bisa Menjalar hingga Punggung, Ini Tips NHS untuk Ringankan Gejala

Aneurisma bisa terjadi akibat berbagai kebiasaan gaya hidup yang kurang baik.

Seperti:

- Konsumsi kopi

Ilustrasi kopi hitam
Ilustrasi kopi hitam (manado.tribunnews.com)

- Minum minuman soda yang mengandung kafein tinggi

- Jenis olahraga yang keras

- Mengejan

- dan marah-marah.

Baca juga: Hampir Sama, Ini Beda Gejala Penyakit Stroke dan Jantung, Simak Ulasan dr. Fahrulsyah Farid, Sp.BS

"Kalau marah-marah kan adrenalin terpacu, maka tekanan darah meningkat."

"Kalau kita tidak tahu, kita punya aneurisma maka akhirnya pembuluh darah itu bisa bocor dan pecah."

"Kalau pecah berarti harus segera datang ke dokter bedah," ucapnya.

Baca juga: Pertolongan Pertama pada Pasien Stroke saat Jauh dari Rumah Sakit, Ini Ulasan dr. Fahrulsyah Farid

Penjelasan dr. Fahrulsyah Farid, Sp.BS. M.Kes dikutip dari tayangan YouTube Tribun Timur, 15 Oktober 2020.

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved