Breaking News:

Kanker Serviks Tak Bisa Diobati Sembari Pasien Hamil, Simak Ulasan dr. Haidar dan dr. G. Iranita D.

dr. Haidar Zain dan dr. G. Iranita Dyantika R. jelaskan pengobatan kanker serviks berdasarkan formula Ibnu Sina.

tribunnews.com
Ilustrasi kanker serviks, menurut dr. Haidar Zain dan dr. G. Iranita Dyantika R. wanita yang mengalami kanker serviks dan kanker ginjal atau gagal ginjal tidak bisa menjalani kehamilan dan menderita kanker 

TRIBUNHEALTH.COM - Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada organ reproduksi wanita.

Kanker serviks menjadi penyakit yang dapat membuat wanita tidak bisa hamil apabila dilakukan pengobatan pengangkatan leher rahim.

Berdasarkan pengobatan Ibnu Sina apabila pasien kanker serviks baru mengetahui saat sedang hamil maka akan dihadapkan oleh 2 pilihan.

Dilansir oleh Tribunhealth.com hal ini dijelaskan Praktisi Kesehatan, dr. Haidar Zain dan dr. G. Iranita Dyantika R. dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita edisi 10 Agustus 2021.

Yakni mau meneruskan kehamilannya sampai melahirkan atau merelakan janin kemudian mengobati kanker serviks terlebih dahulu.

Baca juga: Apakah Cabut Gigi Bisa Bikin Jadi Pelupa? Simak Penjelasan drg. Andi Tajrin, M.Kes, Sp.BM (K)

Namun tentunya dengan segala risiko yang ada.

Apabila wanita hamil dan terdapat kanker payudara selain kanker serviks, masih bisa meneruskan kehamilannya.

Ilustrasi pemeriksaan kanker serviks, menurut dr. Haidar Zain dan dr. G. Iranita Dyantika R. apabila pasien kanker serviks baru mengetahui saat sedang hamil maka akan dihadapkan oleh 2 pilihan
Ilustrasi pemeriksaan kanker serviks, menurut dr. Haidar Zain dan dr. G. Iranita Dyantika R. apabila pasien kanker serviks baru mengetahui saat sedang hamil maka akan dihadapkan oleh 2 pilihan (Tribunnews.com)

Dokter menyebutkan wanita yang mengalami kanker serviks dan kanker ginjal atau gagal ginjal memang tidak bisa menjalani kehamilan dan menderita kanker.

Sehingga penderita di hadapkan oleh 2 pilihan tersebut.

Antara dilakukan penyembuhan kanker atau meneruskan kehamilan.

Dokter menyebutkan jika formula pengobatan kanker berdasarkan Ibnu Sina memang berbeda.

Kanker serviks dan kanker ginjal atau gagal ginjal tidak bisa diobati sembari pasien hamil.

Jadi memang harus memilih salah satu.

Sedangkan apabila pasien mengalami kanker payudara, kanker paru-paru masih bisa diobati sembari hamil.

Pengobatan kemoterapi tidak bisa membedakan mana sel kanker dan mana sel normal.

Baca juga: Penjelasan dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD soal Risiko Penderita Diabetes jika Terpapar Covid-19

Sehingga kemoterapi bisa memengaruhi sel-sel yang normal atau yang sehat.

Seperti sel-sel yang ada di rambut.

Dimana dapa mengakibatkan rambut menjadi rontok.

Penjelasan Praktisi Kesehatan, dr. Haidar Zain dan dr. G. Iranita Dyantika R. dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program Bincang Kita edisi 10 Agustus 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved