Breaking News:

Seringkali Anak Tidak Sadar saat Mendapatkan Pelecehan, Psikolog: Pentingnya Memberikan Edukasi

Dari segi badan, tentunya anak memiliki ukuran yang lebih kecil. Dari segi kekuatan dan berfikir, anak lebih lemah.

Tribunjabar.com
Ilustrasi memberikan edukasi pada anak agar terhindar dari pelecehan seksual 

TRIBUNHEALTH.COM - Anak sebenarnya berada dalam situasi yang paling lemah.

Dari segi badan, tentunya anak memiliki ukuran yang lebih kecil.

Dari segi kekuatan dan berfikir, anak lebih lemah.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Ahli Psikolog, Adib Setiawan, S.Si., M.Psi. dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 24 Juli 2021.

Inilah yang menyebabkan anak lebih rentan mengalami pelecehan seksual.

Baca juga: Dokter: Terdapat Kerusakkan Sel Beta Pankreas Pada Penderita Diabetes, Begini Tahapan Pengobatannya

Baik dari orang tua, tetangga, guru, maupun saudara dekat.

Hal ini dikarenakan anak belum mengetahui apakah perilaku yang didapatkan merupakan suatu bentuk pelecehan seksual atau bukan.

Ilustrasi kekerasan seksual
Ilustrasi kekerasan seksual (Tribunmanado.co.id.)

Anak belum bisa membedakan jenis perilaku yang didapatkannya.

Kadangkala anak tidak merasa jika dirinya mendapatkan kekerasan.

Terkadang anak tidak sadar dipegang bagian tertentu, di peluk, di cium adalah merupakan suatu tindakan kekerasan.

Sedangkan orang dewasa tentunya sadar jika mendapatkan perlakuan seperti ini.

Kemungkinan besar orang dewasa akan melawan.

Pada anak-anak terkadang ada yang melawan dan ada yang tidak.

Sejak dini anak perlu diajarkan bagian mana saja organ yang perlu dipelihara.

Baca juga: Tips Mengontrol Kadar Gula selain Penggunaan Obat, Dokter: Berjemur, Terapi Akupuntur dan Bekam

Selain itu juga perlu diajarkan bagian-bagian yang perlu ditutup dan dijaga.

Bahwa tidak boleh orang lain menyentuhnya.

Bahkan untuk organ-organ tertentu, diri sendiri pun dilarang menyentuh.

Kalaupun diri sendiri menyentuh, itu hanya dalam rangka membersihkan agar terbebas dari kotoran, bakteri, maupun virus.

Penjelasan Ahli Psikolog, Adib Setiawan, S.Si., M.Psi. dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 24 Juli 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved