Breaking News:

Berbahayakah Jika Janin di Dalam Kandungan Terlilit Tali Pusar, Dok?

Kondisi janin yang terlilit tali pusar bisa berbahaya apabila lilitan pada lehernya terlalu kencang.

aceh.tribunnews.com
Ilustrasi lilitan tali pusar janin saat di dalam kandungan 

TRIBUNHEALTH.COM – Kondisi janin yang terlilit tali pusar bisa berbahaya apabila lilitan pada lehernya terlalu kencang.

Terlebih jika terdapat lebih dari satu lilitan yang melingkari lehernya.

Kondisi seperti ini dikhawatirkan janin dapat meninggal saat dalam kandungan.

dr. Ari Ayat Santiko, Sp.OG merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

dr. Ari Ayat Santiko, Sp.OG bekerja di RS dr. Oen Solo Baru.

Baca juga: Upaya Pencegahan Gigi Berlubang yang Wajib diajarkan Orangtua pada Anak sejak Dini

Selain itu, dr. Ari Ayat Santiko, Sp.OG juga membuka praktik di Klinik Adem Ayem Sukoharjo.

dr. Ari Ayat Santiko, Sp.OG akan menjawab segala pertanyaan terkait kehamilan dan permasalahan kandungan sebagai berikut.

Pertanyaan:

Saat di USG janin saya terlilit tali pusar.

Berbahayakah hal ini dok?

Ilustrasi bayi di dalam kandungan yang dilindungi air ketuban
Ilustrasi bayi di dalam kandungan yang dilindungi air ketuban (health.kompas.com)

Apakah dapat memengaruhi perkembangannya?

Mohon informasinya.

Sehat selalu dok.

Terima kasih.

Dian, Tinggal di Boyolali.

Baca juga: Profil Dokter Ari Ayat Santiko, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS dr. Oen Solo Baru

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Ari Ayat Santiko, Sp.OG Menjawab:

Lilitan tali pusar tidak berbahaya.

Kecuali jika tali pusarnya pendek atau lilitan lebih dari 2 kali.

Kondisi ini bukanlah indikasi operasi caesar.

Lilitan tali pusar dapat menyebabkan janin kurang aktif dalam pergerakkan.

Ada hampir separuh kasus lilitan tali pusar bisa lepas dengan sendirinya.

Karena pengaruh dari pergerakkan atau perpindahan posisi bayi dalam kandungan.

Baca juga: Dokter Spesialis Anak: Golden Age adalah Masa yang Penting untuk Perkembangan Seorang Anak

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved