TRIBUNHEALTH.COM - Pada usia balita, secara umum anak akan mengalami 3 fase gigi.
Fase pertama adalah fase gigi sulung, dimana pada fase pertama ini akan dimulai kira-kira berkisar pada umur 8-14 bulan dan akan berakhir saat berusia 5 tahun.
Pada balita yang mengalami gusi bengkak dan sariawan pada gusi bisa dikarenakan tahapan fase pertama atau fase tahapan tumbuhnya gigi sulung.
Balita yang mengalami pembengkakan gusi tentunya dikarenakan akan tumbuh gigi.
Yang harus dilakukan pada saat anak memasuki usia tumbuh gigi, orangtua harus mengajarkan anak dan membiasakan anak untuk membersihkan rongga mulut.

Baca juga: Dokter Spesialis Anak: Golden Age adalah Masa yang Penting untuk Perkembangan Seorang Anak
Pembersihan gusi dan pembersihan gigi bisa diajarkan mulai anak memasuki usia 20 bulan.
Anak yang sudah tumbuh ggi bisa mulai menggunakan sikat gigi dan pasta gigi sesuai dengan usianya.
Setelah anak mengonsumsi makanan, ASI ataupun susu, orangtua bisa mengajarkan anak untuk berkumur.
Jangan lupa ajarkan sikat gigi 2x dalam sehari.
Mengajarkan sikat gigi akan sangat membantu menghindari penyakit disekitar gigi.
Baca juga: Dokter Jelaskan Mengapa Kasus Positif Covid-19 Tetap Tinggi meski Telah Dilakukan Vaksinasi
Anak demam saat mengalami gusi bengkak, orangtua harus mengetahui apakah ada penyebab lain seperti infeksi disekitar telinga.
Selain itu, perlu diketahui saat anak buang air kecil terasa sakit.
Orangtua harus mencari penyebab-penyebab lain timbulnya demam pada anak.
Biasanya anak akan merasa kesulitan makan saat mengalami pembengkakan pada gusi.
Anak merasa nyeri disekitar gusi yang bengkak tersebut.

Baca juga: Ketahui, Dokter Jelaskan Perbedaan Gejala Virus Covid-19 dengan Virus lain
Cara mengatasi rasa nyeri akibat gusi bengkak pada anak adalah dengan cara tetap memperhatikan responsivitas anak terhadap pemberian makan.
Apabila anak mengalami kesulitan untuk mengonsumsi maknan yang keras, maka makanan disesuaikan dengan tekstur makanan yang lebih lembut.
Misalnya pada anak usia 20 bulan, bisa diberikan maccaroni scotel yang tetap mengandung karbohidrat, protein hewani, dan tetap mengandung lemak.
Langkah awal yang bisa diterapkan adalah dengan mengajarkan anak berkumur setelah minum susu, dan mencoba mengajarkan anak untuk sikat gigi.
Tentunya dengan sikat dan pasta gigi yang disesuaikan dengan usianya.
Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV, bersama dengan dr. Sandi Nugraha Sp.A, seorang dokter spesialis anak. Jumat (23/4/2021)
(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)