Breaking News:

Waspadai, Bercak Putih di Area Amandel Bisa Disebabkan oleh Bakteri, Begini Ulasan Dokter Spesialis

Apabila amandel sudah dapat dilihat, artinya amandel sudah besar. Terutama jika muncul bercak putih di area amandel.

jogja.tribunnews.com
Ilustrasi bercak putih di area amandel yang disebabkan oleh bakteri 

TRIBUNHEALTH.COM - Seseorang bisa mengidap Infeksi saluran pernafasan atas atau biasa disebut ISPA, dimana tenggorokkan dan hidung merupakan saluran pernapasan atas.

Kondisi ini bisa berulang, apalagi jika diikuti dengan konsumsi makanan yang kurang baik.

Misalnya jika konsumsi makanan yang manis tanpa diimbangi dengan makanna yang baik, makanan multivitamin, sayuran, dan buah-buahan.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis THT, dr. Hemastia Manuhara Harba'i dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 08 Juli 2021, dokter sebut bercak putih diarea amandel bisa disebabkan oelh bakteri.

Baca juga: Dokter Spesialis THT Sebut Jika Radang Tenggorokan Bisa Terjadi Berulang, Makanan Juga Memengaruhi

Biasanya anak-anak banyak beraktivitas seperti bermain, kemudian asupannya kurang juga dapat memicu gangguan tenggorokkan.

Jika sering berulang sebaiknya segera dipastikan sejak dini mengapa hal ini sering berulang.

Biasanya anak-anak juga mengalami amandel yang besar.

Dokter sebut jika kondisi ini harus dievaluasi kembali.

Ilustrasi radang tenggorokkan akibat virus
Ilustrasi radang tenggorokkan akibat virus (health.kompas.com)

Jika dilihat di daerah mulut terdapat amandel yang seperti bakso, benjolan besar sebelah kanan dan kiri.

Apabila amandel sudah dapat dilihat, artinya amandel sudah besar.

Sementara jika dengan kamera belum bisa terlihat, artinya amanah.

Terutama jika muncul bercak putih di area amandel.

Berbahaya atau tidaknya bercak putih tersebut harus dievaluasi kembali.

Bercak putih merupakan suatu tanda adanya bakteri.

Sehingga harus diberikan obat-obatan seperti antibiotik.

Namun sebelum itu harus konsultasi ke dokter terlebih dahulu untuk evaluasi.

Karena masih di masa pandemi, dokter sebut jika batuk karena radang tenggorokkan dan batuk akibat COVID-19 tidak bisa dibedakan.

Semua pasien di masa pandemi yang ada keluhan hidung, tenggorokkan, paru-paru, batuk dan sesak harus dipastikan terlebih dahulu dengan penggunaan swab PCR.

Baca juga: Faktor Genetik Memengaruhi Munculnya Vitiligo, Dokter: Faktor Autoimun dan Eksternal Juga Pengaruhi

Apalagi jika diiringi demam selama 2 hingga 3 hari.

Salah satu gejala COVID-19 adalah radang tenggorokkan.

Dimana merupakan salah satu infeksi virus COVID-19.

Maka dari itu dianjurkan untuk swab PCR terlebih dahulu.

Penjelasan Dokter Spesialis THT, dr. Hemastia Manuhara Harba'i dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 08 Juli 2021.

(Tribunhealth.com/Dhiyanti)

Baca berita lain tentang kesehatan di sini.

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved