Breaking News:

Penelitian Terbaru: Anak Punya Risiko Kematian Akibat Covid-19 Paling Kecil

Penelitian itu menyarankan uji coba vaksin pada anak untuk lebih memberikan perlindungan

Pexels
Ilustrasi penerapan prokes pada anak 

TRIBUNHEALTH.COM - Penelitian terbaru telah mengkonfirmasi, risiko anak-anak mengalami sakit parah atau meninggal karena Covid-19 sangat rendah.

Data dari 12 bulan pertama pandemi di Inggris menunjukkan 25 anak di bawah 18 tahun meninggal karena Covid-19, sebagaimana diberitakan TribunHealth.com dari BBC, Jumat (9/7/2021).

Para ilmuwan memperkirakan, angka tersebut menempatkan risiko kematian secara keseluruhan sekitar dua dari satu juta anak.

Mereka yang hidup dengan penyakit kronis dan cacat saraf paling berisiko.

Kesimpulan penelitian ini sedang dipertimbangkan oleh kelompok penasihat vaksin Inggris.

Saat ini, anak di bawah 18 tahun tidak mendapat prioritas vaksin Covid, meskipun mereka memiliki komorbid yang membuat mereka berisiko.

Baca juga: IDI Membagikan Panduan saat Melakukan Isolasi Mandiri bagi Pasien Covid-19

Baca juga: Satgas Covid-19 Imbau Masyarakat Patuh selama PPKM Darurat Berlangsung

Ilustrasi anak melakukan protokol kesehatan ---- Sejumlah siswa mengenakan masker dan pelindung wajah mengerjakan tugas dari sekolah saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Warnet Covid-19 RW 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8/2020). Fasilitas warung internet gratis dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadirkan untuk membantu para siswa dalam mengikuti PJJ, sehingga para orang tua siswa tidak perlu lagi khawatir soal kuota internet.
Ilustrasi anak melakukan protokol kesehatan ---- Sejumlah siswa mengenakan masker dan pelindung wajah mengerjakan tugas dari sekolah saat mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Warnet Covid-19 RW 09, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (10/8/2020). Fasilitas warung internet gratis dengan menerapkan protokol kesehatan ini dihadirkan untuk membantu para siswa dalam mengikuti PJJ, sehingga para orang tua siswa tidak perlu lagi khawatir soal kuota internet. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Para ilmuwan dari University College London, Universitas York, Bristol dan Liverpool mengatakan studi mereka tentang anak-anak adalah yang paling komprehensif di dunia.

Mereka memeriksa data kesehatan masyarakat Inggris dan menemukan sebagian besar anak muda yang meninggal karena Covid-19 memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya:

  • Mayoritas memiliki kondisi yang membatasi hidup atau yang mendasarinya, termasuk 13 orang yang hidup dengan disabilitas saraf yang kompleks
  • Enam anak tidak memiliki kondisi mendasar yang tercatat dalam lima tahun terakhir - meskipun para peneliti memperingatkan beberapa penyakit mungkin terlewatkan
  • Lebih lanjut 36 anak memiliki tes Covid positif pada saat kematian mereka tetapi meninggal karena penyebab lain, berdasarkan hasil analisis

Baca juga: Simak Tips dari Dokter dalam Menjaga Kesehatan Keluarga dari Covid-19

Baca juga: Benarkah Invermectin Efektif Sebagai Obat Terapi COVID-19? Begini Kata Ketua Perhimpunan Dokter Paru

Ilustrasi pembelajaran jarak jauh --- Siswa menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di Balai Warga Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020). Kelurahan Kuningan Barat menyediakan fasilitas jaringan internet atau WiFi gratis yang dapat digunakan pelajar guna meringankan beban orang tua murid terkait kebutuhan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19.
Ilustrasi pembelajaran jarak jauh --- Siswa menggunakan fasilitas WiFi gratis saat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh di Balai Warga Kelurahan Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020). Kelurahan Kuningan Barat menyediakan fasilitas jaringan internet atau WiFi gratis yang dapat digunakan pelajar guna meringankan beban orang tua murid terkait kebutuhan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19. (Tribunnews/Jeprima)

Secara terpisah, para ilmuwan mempertimbangkan semua anak dan remaja di Inggris yang dirawat di rumah sakit darurat karena Covid hingga Februari 2021:

  • Sekitar 5.800 anak dirawat karena virus, dibandingkan dengan sekitar 367.600 yang dirawat karena keadaan darurat lainnya (tidak termasuk cedera)
  • Sekitar 250 membutuhkan perawatan intensif
  • Ada 690 anak yang dirawat karena kondisi peradangan langka terkait dengan Covid, yang disebut sindrom multisistem inflamasi pediatrik (PIMS-TS)
  • Meskipun risiko absolutnya masih kecil, anak-anak yang hidup dengan komorbid, obesitas, dan orang muda dengan penyakit jantung dan saraf adalah yang paling berisiko.

Peneliti utama Prof. Russell Viner mengatakan keputusan kompleks seputar vaksinasi dan upaya melindungi anak-anak membutuhkan masukan dari banyak sumber.

Namun dia mengatakan jika ada vaksin yang memadai, penelitian mereka menyarankan kelompok anak-anak tertentu dapat menerima suntikan Covid.

Baca artikel lain seputar Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved