Breaking News:

Simak Pedoman WHO untuk Kurangi Risiko Demensia, Diprediksi Meningkat 3 Kali Lipat dalam 30 Tahun

Meski tak bisa diobati, risiko demensia bisa diminimalisir dengan berbagai intervensi berikut

Freepik
Ilustrasi penderita demensia 

TRIBUNHEALTH.COM - Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperikirakan kasus demensia akan meningkat tiga kali lipat selama 30 tahun ke depan.

Terkait hal ini, WHO sudah memiliki rekomendasi untuk meminimalkan risiko demensia.

Dalam pedoman yang dirilis pada tahun 2019 itu merekomendasikan intervensi untuk mengurangi risiko penurunan kognitif.

Dengan demikian, kehidupan sehari-hari di masa tua tidak akan mendapatkan gangguan yang berarti.

Diberitakan TribunHealth.com dari DW, rekomendasi utama WHO antara lain sebagai berikut.

Ilustrasi demensia alzheimer menyerang otak
Ilustrasi demensia alzheimer menyerang otak (Freepik)

Baca juga: 10 Gejala Umum Demensia Alzheimer, Gangguan Daya Ingat hingga Sulit Mengambil Keputusan

Baca juga: Tak Hanya Mudah Lupa, Demensia Alzheimer Bisa Picu Perubahan Perilaku pada Fase Berat

  1. Olahraga rutin
  2. Menghindari rokok
  3. Menghindari mengonsumsi alkohol
  4. Mengendalikan berat badan
  5. Menjaga tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah.

Meski tidak ada pengobatan untuk demensia, langkah tersebut diyakini bisa memperlambat timbulnya demensia.

"Meskipun tidak ada pengobatan kuratif untuk demensia, manajemen proaktif dari faktor risiko yang dapat dimodifikasi dapat menunda atau memperlambat timbulnya atau perkembangan penyakit," tulis Asisten Direktur Jenderal WHO Ren Minghui dalam laporan tersebut.

Baca juga: Dokter Jelaskan Penyakit Demensia Alzheimer, Semakin Berisiko Seiring Bertambahnya Usia

Baca juga: Tak Hanya Lansia, Demensia Alzheimer Bisa Terjadi pada Usia 30-an, Penyebab Pasti Belum Diketahui

Ilustrasi demensia alzheimer menyerang otak
Ilustrasi demensia alzheimer menyerang otak (Freepik)

Dalam laporan itu disebutkan, penggunaan suplemen dan vitamin tak membantu.

Justru bisa berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Demensia sendiri merupakan masalah degeneratif yang mempengaruhi memori, pemikiran, bahasa dan penilaian, hasil dari berbagai penyakit dan cedera yang mempengaruhi otak.

Faktor usia menjadi faktor terkuat yang menyebabkan penyakit ini.

Saat ini demensia diidap sekitar 50 juta orang di seluruh dunia dengan 10 juta kasus baru setiap tahun.

Dalam laporan itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) PBB Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyoroti demensia sebagai satu di antara prioritas kesehatan global.

Baca artikel lain seputar kesehatan umum di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved