Breaking News:

Dok, Apakah Benar jika Orang Awam Beri CPR Malah Berisiko Sebabkan Patah Tulang pada Korban?

Dokter tegaskan CPR tetap wajib diberikan meski ada risiko patah tulang, mengapa?

Kompas TV
Posisi tangan saat memberikan kompresi jantung 

Pertanyaan:

Bener ga sih dok, kalau orang awam melakukan CPR bisa bikin patah tulang rusuk? Kan jadi takut kalau nemu pasien henti jantung.

Pemirsa Kompas TV, dalam program Ayo Sehat edisi Kamis (24/6/2021).

Baca juga: dr. Siswo Putranto Santoso Beri Panduan Lengkap Lakukan CPR, Pertolongan Pertama pada Henti Jantung

Baca juga: Pertama Kali Ditemukan di India, Bagaimana Virus Corona Delta Bisa Sampai ke Indonesia?

dr. Siswo Putranto Santoso Menjawab:

Kalau henti jantung, Memang satu-satunya cuma CPR. Lakukan.

Dengan posisi yang tepat di badan, itu iga ngga patah, rusuk ngga patah.
Karena antara rusuk dan tulang dada, itu ada tulang rawan yang elastis.
Jadi yang bener bukan menekan Iga.

Orang awam menganggap jantung itu letaknya di kiri sehingga dikompres di kiri.

Padahal jantung itu letaknya di tengah menghadap ke kiri.

Baca juga: Dok, Apakah Henti Jantung Bisa Terjadi pada Siapa Saja?

ilustrasi posisi jantung berada di tengah
ilustrasi posisi jantung berada di tengah (kompas.com)

Jadi denyutnya terasa di kiri.

Jadi yang harus kita tekan di sini (sambil menunjuk area tengah) bukan di bagian kiri.

Nah itu patah semua (kalau dikompresi di area rusuk kiri).

Jadi kalau tempatnya benar, caranya benar, itu tertolong.

Cuma memang patah tulang itu salah satu efek ya, kita enggak bisa tahu ya.
Orang yang udah terlalu tua (misalnya) tapi tetap lakukan, karena itu fifty-fifty.

Baca juga: Dok, Berapa Lama Golden Time Pemberian CPR pada Kasus Henti Jantung?

Baca juga: Meski Serang Organ yang Sama, Dokter Sebut Henti Jantung Berbeda dengan Serangan Jantung

Posisi tubuh saat memberikan kompresi jantung
Posisi tubuh saat memberikan kompresi jantung (Kompas TV)

Karena ngga dilakukan 100 persen mati, dilakukan kemungkinan hidup.

Kalau dia hidup tulangnya bisa diperbaiki. Jadi ambil resiko itu.

*Dokter Spesialis Forensik Klinis dan Pegiat SAR, dr. Siswo Putranto Santoso

Baca artikel lain tentang konsultasi dan tanya jawab dengan ahli di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved