TRIBUNHEALTH.COM - Kekerasan pada anak berdampak pada mental anak.
Karena anak berlajar dari kebiasaan meniru.
Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Psikolog, Adib Setiawan, S.si., M.Psi. dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 01 Juni 2021 tentang dampak kekerasan pada anak.
Apabila orang tua mudah marah, mudah melakukan kekerasan, menyebabkan kurangnya pengendalian diri anak.
Baca juga: Dokter Paparkan Apa yang Terjadi pada Tubuh ketika Berhenti Merokok, Nikotin Habis setelah 24 Jam
Baca juga: Benarkah Makan Daging Reptil Dianggap Bisa Sembuhkan Dermatitis Atopik? Ini Penjelasan Dokter
Secara tidak langsung anak akan menjadi mudah marah.
Sehingga pengendalian diripun akan meniru orang tuanya.
Trauma yang ditimbulkan sangat bergantung pada kondisi lingkungan.
Jika kekerasan hanya terjadi sekali, namun di sisi lain anak juga mendapatkan banyak kebaikan dari orang tua seperti diajak bermain atau diajak jalan-jalan.

Selain itu juga mendapatkan pendidikan yang layak.
Mendapatkan gizi makanan yang layak, bisa saja anak mudah memaafkan kedua orang tuanya.
Sehingga secara jangka panjang kekerasan yang hanya dilakukan sekali tidak menimbulkan trauma.
Namun ada juga anak yang kesulitan dalam menghilangkan trauma tersebut karena sangat menyakitkan terkait apa yang sudah dilakukan orang tuanya ketika memberikan kekerasan terhadap anak.
Apalagi jika tidak diimbangi dengan bermain, kurangnya makanan yang bergizi, pendidikan kurang, bisa saja anak secara jangka panjang trauma.
Serta sulit memaafkan kedua orang tuanya.
Pada akhirnya kebencian kepada orang tuanya bisa sampai dewasa.
Bahkan sampai memiliki anak ataupun cucu bisa saja anak tidak melupakan.
Kondisi ini akan berdampak kepada kepribadian seseorang.
Baca juga: Dokter Sebut Program Berhenti Merokok Perlu Libatkan Dokter Spesialis hingga Psikolog
Baca juga: Tak Hanya Dialami Anak, Gangguan Belajar Disleksia Bisa Terjadi pada Orang Dewasa, Berikut Tandanya
Kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh pola asuh orang tua dan bagaimana kedua orang tua memperlakukan kepada dirinya.
Situasi lingkungan juga memengaruhi kepribadian seseorang.
Seperti pendidikan, jika pendidikan bagus bisa saja guru memberikan support yang kepada anak.
Bahkan keluarga besar juga bisa memberikan support yang cukup kepada anak.
Sehingga bisa jadi ketika mendapatkan support yang cukup, anak memiliki kepribadian yang baik.
Penjelasan Psikolog, Adib Setiawan, S.si., M.Psi. dilansir oleh Tribunhealth.com dalam tayangan YouTube Tribun Health program Healthy Talk edisi 01 Juni 2021.
(Tribunhealth.com/Dhiyanti)
Baca berita lain tentang kesehatan di sini.