Breaking News:

Dokter Sebut Program Berhenti Merokok Perlu Libatkan Dokter Spesialis hingga Psikolog

Multidisiplin itu secara bersinergi akan membantu pasien melepaskan diri dari ketergantungan rokok

Kompas.com
ilustrasi bberhenti merokok 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter spesialis paru, Mukhtar Ikhsan menceritakan pengalamannya membantu pasien menghentikan kebiasaan merokok.

Hal itu ia sampaikan dalam program Ayo Sehat Kompas TV yang tayang live pada Senin (31/5/2021).

dr Mukhtar menyebut sebagian besar pasien yang datang sudah mengidap berbagai penyakit.

"Terutama kanker paru atau PPOK, penyakit paru obstruktif kronis," jelasnya dikutip TribunHealth.com.

"Jadi gejalanya (PPOK) itu sesak, batuk-batuk yang berkepanjangan, gitu."

Baca juga: Benarkah Efek Samping Merokok dapat Diminimalisir dengan Berpuasa?

Baca juga: Kebiasaan Merokok Dapat Mempengaruhi Kesehatan Gigi dan Gusi

Ilustrasi rokok
Ilustrasi rokok (Pixabay)

Dalam proses menghentikan kebiasaan merokok, dokter biasanya tidak akan bekerja sendiri.

Dokter akan bekerja sama dengan psikolog.

"Kita biasanya satu tim, dokter paru, dokter spesialis jiwa atau psikolog, dokter spesialis rehab medik," sebutnya.

dr Mukhtar menyebut peran tim sangatlah penting.

Pasalnya, untuk berhenti merokok, pasien membutuhkan motivasi yang kuat.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved