TRIBUNHEALTH.COM - Ispa singkatan dari infeksi saluran pernafasan akut.
Dahulu saluran pernafasan dibagi menjadi 2, yakni saluran atas dan saluran bawah.
Mulai dari hidung, laring, trakea dan masuk ke paru-paru.
Perbatasan atas dan bawah secara konvensional adalah alring.
Sehingga infeksi saluran pernafasan dibagi menjadi atas dan bawah.

Baca juga: Pengobatan Disfungsi Seksual Menurut Medical Sexologist
Namun sekarang, infeksi saluran nafas dianggap sebagai satu kesatuan.
Ispa ialah infeksi pada saluran nafas yang bisa menyebabkan batuk, pilek yang disertai dnegan demam.
Ispa tidak hanya terjadi pada anak, tetapi bisa terjadi pada semua usia.
Penyakit ispa bisa menimbulkan peradangan pada saluran pernafasan mulai dari hidung hingga ke paru-paru.
Ispa yang mneyerang anak-anak dan pada usia lanjut tidak jauh berbeda, karena sebagian besar disebabkan oleh virus.
Baca juga: Penyempitan Area Pembuluh Darah Jantung Sebabkan Jantung Koroner, Begini Penjelasan Dokter
Infeksi saluran nafas yang disebabkan oleh virus sifatnya cenderung sembuh sendiri atau self limited.
Ispa bisa sembuh sendiri karena dipengaruhi oleh daya tahan tubuh.
Daya tahan tubuh dipengaruhi oleh makanan yang bergizi, istirahat yang cukup, dan olahraga.
Ada beberapa kasus kecil dari ispa yang disebabkan oleh bakteri.
Jika bicara tentang faktor usia, memang usia yang rentan terkena bakteri adalah pada usai anak-anak dibawah 1-3 tahun atau usia lanjut.

Baca juga: Dokter, Apa Penyebab dari Gusi yang Berdarah Setiap Hari?
Virus dan bakteri penyebab ispa masuk kedalam saluran pernafasan karena terhirup melalui udara disekitar yang mengandung virus.
Pada hidung sudah terdapat barrier atau pertahanan tubuh terhadap organisme atau kuman yang masuk.
Gejala ispa:
- Demam
- Batuk
- Bersin
- Pilek
- Nyeri pada tenggorokan
- Sesak napas
- Sakit kepala
- Hidung tersumbat
- Nyeri pada otot
Baca juga: Kenali Jenis-jenis Perawatan Gigi agar Tetap Bersih dan Sehat
Ispa yang disebabkan oleh bakteri harus diberikan antibiotik.
Jika terjadi infeksi pada bagian atas, yakni difaring, tongsil, dan dilaring dalam penyebabnya bakteri, kebanyak dikenal demgam bakteri streptococcus.
Bakteri ini jika tidak segera diberantas akan menimbulkan racun.
Racun ini akan menyerang jantung, dan bisa berdampak pada jantung rematik dan gejala bisa terjadi seumur hidup.
Ini disampaikan pada channel YouTube Tribun Lampung News Video, bersama dengan Dr. Roro Rukmi Windi Perdani, Sp. A. Rabu (6/1/2021)
(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)