Breaking News:

Hindari Menjemur Bayi secara Langsung di Bawah Sinar Matahari, Begini Penjelasan Dokter

Menjemur bayi di bawah matahari langsung masih sering dilakukan oleh banyak orang tua. Hal ini tidak diperbolehkan karena bayi memiliki kulit sensitif

jateng.tribunnews.com
Ilustrasi ibu dan bayi yang sedang berjemur pada pagi hari 

TRIBUNHEALTH.COM - Menjemur bayi langsung di bawah sinar matahari dalam keadaan bayi telanjang, masih banyak dilakukan oleh para orang tua.

Pasalnya tindakan tersebut sangatlah tidak tepat.

Bayi memiliki kulit yang lebih sensitif dibandingkan dengan orang dewasa.

Dilansir TribunHealth.com, dalam tayangan YouTube Tribunnews program Malam Minggu Sehat, Dokter Spesialis Kulit & Kelamin, Dr dr. Dhelya Widasmara SpKK(k) dan Dokter, Filsuf, Ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen menjelaskan tentang bayi berjemur di bawah sinar matahari.

Kulit bayi dengan kulit orang dewasa adalah berbeda.

Bayi memiliki jaringan kulit yang masih longgar dan gampang sekali terkena gesekan dan iritasi.

Baca juga: Punya Kulit yang Lebih Sensitif, Apakah Ada Cara Khusus untuk Bayi ketika Berjemur?

Baca juga: Sederet Mitos dan Fakta Berjemur di Bawah Sinar Matahari, Tak Perlu Teralu Lama

Bayi berjemur di bawah sinar matahari langsung adalah tindakan yang tidak tepat.

"Saya rasa tidak diperkenankan bayi berjemur langsung di bawah sinar matahari," terang dr. Dhelya.

Ilustrasi - Seorang balita sedang berjemur
Ilustrasi - Seorang balita sedang berjemur (Pixabay)

"Biasanya kalo berjemur, bayi dibolak-balik dan tidak pakai baju," lanjutnya.

"Mungkin kalau misalnya di rumah sakit pakai sinar UV, tidak apa-apa karena hitungannya sudah tepat," jelas dr. Dhelya.

2 dari 3 halaman

Menjemur bayi di bawah sinar matahari langsung, tidak diketahui berapa sinar yang diterima oleh bayi tersebut.

Sehingga bayi yang berjemur di bawah sinar matahari tidak bisa secara langsung.

Orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter terkait tentang hal ini, agar dapat melakukan tindakan yang tepat untuk bayinya.

"Jika menggunakan sinar matahari, tidak tau sinar yang diterima anak ini berapa," ungkap dr. Dhelya.

Baca juga: Dokter Jelaskan Sederet Penyebab Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi, Salah Satunya Efek Samping Obat

Baca juga: Benarkah Milia Dapat Muncul pada Bayi setelah Dilahirkan? Simak Penjelasannya

Ilustrasi - bayi sedang tidur sambil berjemur
Ilustrasi - bayi sedang tidur sambil berjemur (Pixabay)

"Menjemur bayi di bawah sinar matahari cukup 5 menit saja."

"Saya juga tidak setuju jika ada bayi yang dijemur di bawah sinar matahari, tidak mengenakan baju dan di bolak-balik," terang dr. Tan menambahkan.

"Jangan seperti ini, kasihan bayinya. Tidak apa-apa bayinya menggunakan baju dan berjemurnya di bawah rindang pohon tapi masih ada sinarnya, jadi tidak terkena sinarnya secara langsung ke badan bayi," lanjut dr. Tan.

Hidup sehat itu menyenangkan, jangan terlalu diberikan dosis yang berlebihan dalam merawat bayi atau anak.

Penjelasan ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Kulit & Kelamin, Dr dr. Dhelya Widasmara SpKK(k) dan Dokter, Filsuf, Ahli gizi komunitas, dr. Tan Shot Yen dalam tayangan YouTube Tribunnews program Malam Minggu Sehat pada 15 Januari 2021.

Baca juga: Ahli Gizi Bagikan Tips Mengenalkan Makanan pada Bayi, Penting Dilakukan untuk Hindari Alergi

Baca juga: Apa Benar Kulit Bayi Menjadi Bersih setelah Mengkonsumsi Kacang Hijau?

Baca berita lain seputar kesehatan di sini

3 dari 3 halaman

(Tribunhealth.com/Irma Rahmasari)

Selanjutnya
Penulis: Irma Rahmasari
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved