Breaking News:

WHO Jelaskan Pentingnya Vaksinasi dalam Melawan Covid-19, Tak Hanya Melindungi Diri Sendiri

WHO menyebut vaksinasi menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan Covid-19 lebih lanjut

Christof STACHE / AFP
(FILES) Dalam foto file ini diambil pada 18 Maret 2021 Botol dengan vaksin AstraZeneca COVID-19 melawan virus corona baru digambarkan di pusat vaksinasi di Nuremberg, Jerman selatan. Vaksin Covid-19 AstraZeneca 79 persen efektif mencegah penyakit dan tidak meningkatkan risiko penggumpalan darah, kata perusahaan bioteknologi itu pada 22 Maret, setelah uji coba efisiensi fase III AS. Tembakan itu juga efektif 80 persen untuk usia di atas 65 tahun, katanya. Beberapa negara telah menyarankan agar tidak memberikan jab kepada orang tua karena kurangnya data di antara peserta lansia dalam uji coba sebelumnya. 

TRIBUNHEALTH.COM - Indonesia telah memulai vaksinasi Covid-19 pada awal tahun 2019 ini.

Hingga saat ini vaksinasi terus berjalan demi mengatasi pandemi Covid-19.

Namun, apakah sebenarnya vaksinasi itu?

Dalam laman resminya, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, vaksinasi menjadi cara yang sederhana, aman, dan efektif untuk melindungi orang dari penyakit berbahaya, sebelum tertular.

Vaksin menggunakan pertahanan alami tubuh Anda untuk membangun ketahanan terhadap infeksi tertentu, sebagaimana dikutip TribunHealth.com pada Selasa (18/5/2021).

Baca juga: Simak Aturan Pencegahan Penularan Covid-19 di Tempat Kerja

Baca juga: Apakah Termasuk Gejala Covid Jika Merasakan Nyeri Otot, Diare, Flu tapi Tidak Demam Dok?

Ilustrasi vaksin yang akan diberikan kepada peserta vaksinasi
Ilustrasi vaksin yang akan diberikan kepada peserta vaksinasi (Tribunnews.com)

Akibatnya, sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat.

Bisa dikatakan vaksin melatih sistem kekebalan Anda untuk membuat antibodi, seperti halnya saat terkena penyakit.

Namun, karena vaksin hanya mengandung bentuk kuman yang dimatikan atau dilemahkan seperti virus atau bakteri, mereka tidak menyebabkan penyakit atau risiko sebagainya bila tertular.

Kebanyakan vaksin diberikan dalam bentuk suntikan, tak terkecuali Covid-19.

Kendati demikian, ada jenis vaksin yang diberikan secara oral (melalui mulut) atau disemprotkan ke hidung.

Baca juga: Apakah Dampak dari Virus Covid-19 Bisa Menyebabkan Gangguan Infeksi pada Paru-paru?

Baca juga: Pasca Lebaran, Kemenkes Imbau Pemda Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Seorang pekerja medis menunjukkan botol vaksin AstraZeneca melawan virus corona Covid-19 di sebuah rumah sakit di Phnom Penh pada 22 Maret 2021.
Seorang pekerja medis menunjukkan botol vaksin AstraZeneca melawan virus corona Covid-19 di sebuah rumah sakit di Phnom Penh pada 22 Maret 2021. (Pixabay)

Saat ini tersedia vaksin untuk melindungi dari setidaknya 20 penyakit, seperti difteri, tetanus, pertusis, influenza, dan campak.

Vaksin-vaksin tersebut telah menyelamatkan nyawa hingga 3 juta orang setiap tahun.

Yang terpenting, vaksinasi tak hanya melinduni diri sendiri tetapi juga orang lain yang ada di sekitar.

Beberapa orang, seperti mereka yang sakit parah, disarankan untuk tidak mendapatkan vaksin tertentu - jadi mereka bergantung pada kita semua untuk mendapatkan vaksinasi dan membantu mengurangi penyebaran penyakit.

Baca artikel lain seputar Covid-19 di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved