Breaking News:

Apakah Dampak dari Virus Covid-19 Bisa Menyebabkan Gangguan Infeksi pada Paru-paru?

Corona merupakan virus yang menyerang pernapasan. Seseorang yang mudah terserang virus corona pada umumnya memiliki riwayat penyakit dan berimun lemah

kompas.com
ilustrasi virus corona 

TRIBUNHEALTH.COM - Penyakit corona disebabkan oleh virus corona dan menimbukan gejala gangguan pernapasan.

Penyebab Corona adalah virus yang berasal dari Coronaviridae.

Dinamakan Corona karena permukaan dari virus tersebut berbentuk seperti mahkota.

Virus corona biasanya ditemukan pada hewan seperti ular, hewan ternak, unta, kucing, dan kelelawar.

Manusia bisa tertular virus corona apabila memilikir riwayat kontak dengan hewan tersebut.

ilustrasi virus corona
ilustrasi virus corona (kompas.com)

Baca juga: Apa Perbedaan Gejala Sesak Gangguan Paru Dengan Sesak Karena Asam Lambung?

Virus bisa ditularkan melalui droplet yaitu partikel air yang berukuran sangat kecil dan akan keluar saat batuk dan bersin.

Jika droplet tersebut terhirup atau mengenai lapisan kornea mata, maka akan beresiko untuk tertular.

Meskipun semua usia dapat terinfeksi oleh virus corona, tetapi mereka yang berumur lanjut usia, memiliki riwayat penyakit, dan daya tahan tubuh yang rendah lebih rentan mengalami infeksi serta komplikasinya.

Gejala dari corona sangat mirip dengan penyakit pernafasan yang lainnya.

Gejala tersebut bisa mirip dengan asma, TBC, PPOK dan yang lainnya.

ilustrasi infeksi paru paru
ilustrasi infeksi paru paru (kompas.com)

Baca juga: Berikut Solusi Untuk Perut Kembung dan Sering Sendawa Menurut Dokter

Covid-19 terkenal dengan pneumonia, yaitu menginfeksi jaringan paru.

Hal inilah yang membedakan dengan virus lainnya, yang mungkin hanya menyebabkan batuk pilek saja.

Gejala dari pneumonia yaitu batuk, demam dan sesak.

Bila tidak segera diobati, yang terjadi adalah gagal napas sehingga membutuhkan alat bantu ventilator dan bisa mengakibatkan meninggal dunia.

Penumonia atau radang paru inilah yang sering diserang oleh virus corona.

Ini disampaikan pada channel YouTube KompasTV bersama dengan Dr. Jaka Pradipta, Dokter spesialis paru. Kamis (7/5/2020).

(TribunHealth.com/Putri Pramesti Anggraini)

Penulis: Putri Pramestianggraini
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved