Breaking News:

Seperti Ini Pengobatan Penyakit Malaria Menurut dr. Robert Sinto

Pengobatan yang diberikan pada penyakit malaria terbagi menjadi pengobatan pada malaria ringan dan malaria berat.

Kompas.com
Ilustrasi obat penyakit malaria 

TRIBUNHEALTH.COM - Pengobatan penyakit malaria terbagi menjadi dua.

Apakah termasuk dalam penyakit malaria ringan atau berat.

Dilansir oleh Tribunhealth.com penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, dr. Robert Sinto dalam tayangan YouTube KOMPASTV program AYO SEHAT edisi 29 April 2021.

Jika malaria berat, dokter akan memberikan suntikan.

Baca juga: Dokter Jelaskan Cara Menjaga Kebersihan Lidah pada Anak Agar Terhindar dari Masalah Kesehatan

Baca juga: Dokter Gigi Jelaskan Ada Tiga Cara Menjaga Kesehatan Gusi

Kemudian akan dilanjutkan dengan obat minum sama seperti malaria ringan.

Obat malaria ringan berupa tablet yang diminum 3 hari berturut-turut sampai habis untuk satu jenis obat.

Adalagi obat yang harus diminum selama 14 hari, 1 hari 1 tablet jika memang jenisnya adalah vivax.

Pengobatan malaria sangat bergantung pada spesiesnya.

ilustrasi gigitan nyamuk
ilustrasi gigitan nyamuk (tribunnews.com)

Sehingga sangat perlu adanya pemeriksaan dari dokter.

Sampai saat ini belum ada vaksin yang sukses yang dapat dipasarkan untuk digunakan.

Dokter sebutkan jika sampai saat ini masih bisa menggunakan tanaman kina.

Namun saat ini ada beberapa regimen atau obat baru yang lebih simple pemakainnya dan efek yang ditimnbulkan lebih ringan.

Selain itu, juga mudah didapatkan.

Sehingga saat ini masih mengunakan kina dalam program malaria departemen kesehatan.

Namun kita pakai sebagai lini kedua bukan sebagai lini pertama.

Baca juga: Hati-hati, Pasien yang Sudah Negatif COVID-19 Bisa Terkena Badai Sitokin, Simak Penjelasan Dokter

Baca juga: Mengenal Mochi Skin, Tren Kecantikan Asal Jepang Bersama Dokter Handayani

Apabila gagal dalam pengobatan pertama, masih bisa menggunakan pengobatan kedua.

Atau jika kita tidak dapat akses pengobatan pertama, dapat menggunakan pengobatan kedua.

Penyakit malaria dan deman berdarah sama-sama digigit nyamuk, namun nyamuknya berbeda.

Gejalanya sama-sama demam dan nyeri otot.

Tapi pada demam berdarah biasanya demam mendadak tinggi kemudian bertahan lama, turun dengan obat, tidak lama naik lagi.

Halaman
12
Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved