Breaking News:

Bagaimana Mengedukasi Teman yang Sensitif saat Kondisi Pandemi Covid-19 ?

Berikut ini penjelasan psikolog Adib Setiawan mengenai cara mengedukasi teman yang sensitif saat Covid-19.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/3/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membentuk Tim Tanggap COVID-19 guna mengantispasi penyebaran virus korona di Jakarta pasca telah diterbitkannya Instruksi Gubernur DKI Nomor 16 Tahun 2020 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 atau virus Corona di DKI Jakarta. 

Tanya:

Dokter saat ini Covid-19 masih terjadi.

Terkadang kita ingin memawas diri.

Salah satunya dengan makan sebelum bertemu dengan teman-teman atau menjauhkan diri saat sedang makan.

Karena kita harus waspada saat bertemu dengan teman-teman.

Baca juga: Apa Efek Bila Ibu Hamil Terlanjur Mendapatkan Vaksin Covid-19 Dok?

Baca juga: Pasca Zona Merah Meningkat, Satgas Covid Imbau Pemda Antisipasi Libur Lebaran

Baca juga: Apakah Ibu Hamil Boleh Divaksin Covid-19 Dok?

Selain itu hal ini dilakukan untuk keamanan bersama.

Tetapi ketika bertemu dengan teman yang mudah sensitif, bagaimana cara mengedukasi teman tersebut dok?

Misalnya teman menyebut "sok takut banget gitu".

Karena ada beberapa orang yang menganggap Covid-19 adalah kondisi yang tidak perlu ditakutkan.

Mala, Solo.

2 dari 3 halaman

Ahli Menjawab:

Ilustrasi lingkungan pertemanan
Ilustrasi lingkungan pertemanan (Pixabay.com)

Itulah pentingnya saat bergaul, jangan terlalu kaku.

Saking takutnya tidak mau minum sama sekali.

Jadi ada pasrahnya juga sama Tuhan.

Namun tetap memenuhi protokol kesehatan.

Yaitu salah satunya dengan jaga jarak saat makan.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Pixabay)

Tetapi kalau kita sudah melakukan itu, masih ada yang menyela. Biarkan saja.

Karena saat ini kondisi Covid-19.

Jadi dalam kondisi bencana, kadang kala perilaku aneh itu dianggap normal.

Di awal dulu sering terjadi penolakan dan diskriminasi pada seseorang yang terkena Covid-19.

3 dari 3 halaman

Selain itu orang juga dianggap sok ketika terlalu menjaga diri.

Itu merupakan hal yang normal terjadi pada saat bencana.

Jadi respon seseorang itu beragam dalam situasi yang tidak normal seperti ini.

Baca juga: Satgas Covid-19 Sebut Klaster Perkantoran Melonjak, Imbau Penutupan Sementara Operasional Kantor

Baca juga: Varian Baru B 177 Sudah Masuk Indonesia, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Baca juga: Memiliki Riwayat TBC, Apakah Boleh Vaksin Covid-19 Dok?

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Selanjutnya
Tags:
Covid-19Adib Setiawan S.Psi. M.Psi.Pandemi Covid-19Tribunhealth.com
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved