Breaking News:

Tahukah Anda Karang Gigi Yang Tidak Dibersihkan Dapat Menyebabkan Gingivitis?

Gingivitis merupakan peradangan pada gusi. Penyebab gingivitis adalah bakteri pada karang gigi. Bakteri pada plak atau karang gigi memicu iritasi gusi

jatim.tribunnews.com
Ilustrasi pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter gigi 

TRIBUNHEALTH.COM - Gingivitis merupakan peradangan pada gusi.

Penyebab gingivitis adalah bakteri pada karang gigi.

Bakteri pada plak atau karang gigi memicu terjadinya iritasi pada gusi.

Penyakit gingivitis hampir sama dengan periodontitis.

Perbedaannya adalah gingivitis menyerang gusi, sedangkan periodontitis menyerang jaringan periodontal atau tulang penyangga gigi.

Salah satu penyebab periodontitis adalah gingivitis yang tidak terobati.

Periodontitis dibagi menjadi dua, periodontitis kronis yang disebabkan oleh karang gigi dan periodontitis apikalis akut yang disebabkan oleh gigi berlubang.

Baca juga: Hindari Masalah Periodontitis pada Gigi dengan Menjaga Kesehatan Gigi

Ilustrasi gejala gingivitis yaitu gusi berdarah saat sikat gigi
Ilustrasi gejala gingivitis yaitu gusi berdarah saat sikat gigi (medan.tribunnews.com)

Gejala awal yang dialami penderita gingivitis adalah pada saat sikat gigi mudah berdarah.

Selain itu, warna gusi menjadi sedikit kemerahan dan terlihat bengkak.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko gingivitis adalah kebersihan mulut.

Baca juga: Apa Perbedaan Treatment Bleaching dan Veneer Gigi? Simak Penjelasan drg. Ummi Kalsum, MH.Kes.,Sp.KG

Baca juga: Tambal Gigi Itu Seperti Apa Dok?

Gingivitis merupakan penyakit pertama yang dapat memicu penyakit-penyakit lainnya.

Jika gingivitis tidak segera ditangani dapat menyerang jaringan periodontal.

Upaya untuk meminimalisir terjadinya gingivitis adalah pembersihan karang gigi secara rutin.

Apabila di satu atau dua titik gingivitis belum hilang, kemungkinan di dalam gusi masih ada karang gigi atau plak yang tertinggal.

Sehingga perlunya pembersihan karang gigi kembali.

Untuk membantu meredakan gingivitis sementara jika belum bisa ke dokter dapat menggunakan obat kumur non alkohol.

Efek samping penggunaan obat kumur yang mengandung alkohol dapat mengkerutkan jaringan di dalam mulut.

Dan bagi orang yang tidak tahan dengan alkohol, dapat menimbulkan iritasi.

Untuk mencegah terjadinya gingivitis, drg. Arifah Hariadi menganjurkan untuk rutin sikat gigi minimal 2 kali sehari.

Baca juga: Cara dan Waktu Menyikat Gigi yang Benar Agar Tak Batalkan Puasa

Sesudah makan pada saat sarapan dan sebelum tidur di malam hari, serta mengunyah menggunakan dua sisi.

Jika mengunyah salah satu sisi saja, maka sisi yang tidak dipakai mengunyah akan lebih kotor.

Untuk makanan yang baik disarankan yang banyak mengandung serat.

Makanan berserat membantu membersihkan plak gigi.

Baca juga: Bagaimana Solusi Mengatasi Gigi Berlubang Dok?

(TribunHealth.com/Dhiyanti)

Berita lain tentang kesehatan gigi ada di sini

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Ekarista Rahmawati
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved