Breaking News:

Apa Perbedaan Treatment Bleaching dan Veneer Gigi? Simak Penjelasan drg. Ummi Kalsum, MH.Kes.,Sp.KG

Bleaching mencerahkan gigi dengan menggunakan bahan kimia tertentu dengan kadar yang telah ditetapkan.

banjarmasin.tribunnews.com
Ilustrasi veneer gigi 

Pertanyaan:

Kebetulan akhir-akhir ini sedang populer mengenai treatment bleaching dan veneer ya Dok.

Kebanyakan masyarakat menganggap jika bleaching dan veneer bertujuan sama untuk memutihkan gigi.

Kira-kira perbedaan antara keduanya apa ya Dok?

Mohon penjelasannya.

Terima kasih.

Pertanyaan tersebut diajukan oleh Reporter TribunHealth Diyanti, Kamis (15/04/2021).

Baca juga: Sebagai Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia, Muhammad Ikbal Bisa Lakukan Veneer hingga Implan Gigi

Menjaga kesehatan gigi dan mulut
Menjaga kesehatan gigi dan mulut (Tribunnews.com)

Jawaban dokter:

Dokter spesialis konservasi gigi, drg. Ummi Kalsum, MH.Kes.,Sp.KG menanggapi pertanyaan tersebut.

Bleaching pada gigi yang dikenal di masyarakat adalah memutihkan gigi.

Tetapi sebenarnya lebih kepada mencerahkan gigi dengan menggunakan bahan kimia tertentu dengan kadar yang telah ditetapkan.

Jadi karena gigi sering terpapar bahan-bahan makanan ataupun obat-obatan yang dapat mempengaruhi warna gigi.

Sehingga warna gigi akan menjadi tidak putih atau tidak cerah lagi.

Untuk memperbaiki warna gigi, dapat melakukan prosedur bleaching.

Sedangkan, veneer adalah tindakan yang dilakukan untuk mengganti jaringan gigi yang mengalami kerusakan pada bagian labialnya atau bagian estetik gigi.

Baca juga: Apakah Teknik Veneer Gigi Aman Dilakukan? Efek Apa Yang Ditimbulkan?

Namun, pada perkembangannya veneer juga dilakukan pada gigi yang tidak mengalami kerusakan gigi.

Hal ini dikarenakan pasien ingin merubah warna giginya sesuai warna yang diinginkan.

Sebagian besar pasien memilih warna putih pucat.

Perbedaan dengan bleaching, pada bleaching dilakukan perubahan warna dengan menggunakan bahan kimia yang diaplikasikan pada permukaan gigi.

Sedangkan veneer adalah pemutihan gigi dengan menggantikan daerah permukaan gigi dengan bahan restorasi atau tambalan.

Hal ini dapat dilakukan secara direct maupun indirect dengan proses laboratorium.

Baca juga: Berapa Lama Gigi Ditambal Bisa Bertahan Dok?

(TribunHealth.com/Dhiyanti)

Berita lain tentang gigi dan mulut ada di sini

Penulis: Dhiyanti Nawang Palupi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved