Breaking News:

Jangan Disepelekan, Ini Risiko Mudik di Tengah Pandemi

Berikut beragam risiko bila memaksakan diri untuk mudik di tengah pandemi yang perlu diketahui.

Pixabay
Ilustrasi protokol kesehatan Covid-19-Simak risiko bila menjalankan mudik di tengah pandemi. 

TRIBUNHEALTH.COM - Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021.

Surat ini berisi tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan upaya pengendalian penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) selama bulan suci Ramadan.

Larangan mudik ini berlaku mulai 6 hingga 17 Mei 2021.

Penerbitan SE ini dilatarbelakangi potensi peningkatan mobilitas masyarakat pada bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2021.

Baca juga: Perlu Waspada, Covid-19 Bisa Sebabkan Stroke, Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Waspada Munculnya Varian Baru COVID-19 E484K Terdeteksi di Indonesia

Karena kegiatan keagamaan, keluarga, maupun pariwisata yang memiliki risiko terhadap peningkatan laju penularan Covid-19.

Juru bicara satuan tugas penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan, bila masyarakat tetap memaksakan mudik, maka akan menimbulkan mobilitas.

Warga antre untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus Transjakarta di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2020). Pengguna transportasi massal bus Transjakarta meningkat pada hari pertama penindakan sistem ganjil-genap di Jakarta.
Warga antre untuk melanjutkan perjalanan menggunakan bus Transjakarta di Halte Harmoni, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2020). Pengguna transportasi massal bus Transjakarta meningkat pada hari pertama penindakan sistem ganjil-genap di Jakarta. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Hal ini berpotensi meningkatkan penularan Covid-19.

Peningkatan kasus bukan hanya sekadar positif Covid-19, juga efek jika komorbid dan usia lanjut.

"Kenaikan kasus penularan itu artinya adalah nyawa."

"Jadi, itu adalah konsekuensi publik yang harus kita tanggung."

"Karena itulah, kita katakan, jangan melakukan mudik," ujar Wiku dilansir oleh situs resmi covid19.co.id.

Selanjutnya, ia menambahkan, masyarakat harus belajar dari pengalaman yang menunjukan lonjakan kasus akibat mobilitas yang tinggi pada masa liburan Panjang.

Ilustrasi melawan COVID-19 bersama
Ilustrasi melawan COVID-19 bersama (Tribunnews.com)

Seperti pada libur Idul Fitri tahun lalu yang terjadi lonjakan hingga 600 kasus tiap hari.

Begitu juga saat libur panjang Hari Kemerdekaan tahun lalu terjadi lonjakan hingga 1.100 kasus per hari.

"Kembali lagi saya mau mengingatkan, itu adalah harganya nyawa."

"Itulah yang harus kita hindari,” tegas Wiku.

Baca juga: Pascapandemi Covid-19, Jumlah Anak Mengalami Risiko Obesitas Dapat Semakin Meningkat

Baca juga: Dokter Jelaskan Mengapa Covid-19 Masih Berlarut, Soroti Penerapan Protokol Kesehatan Masyarakat

(Tribunhealth.com/Ranum Kumala Dewi)

Penulis: Ranum Kumala Dewi
Editor: Melia Istighfaroh
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved