Breaking News:

Tak Selalu Faktor Genetik, Dokter Sebut Obesitas Bisa Disebabkan Gaya Hidup yang Buruk

dr Tan Shot Yen menjelaskan faktor genetik hanya menyumbang persentase kecil dalam obesitas

Pixabay
Ilustrasi obesitas 

TRIBUNHEALTH.COM - Dokter, filsuf, dan ahli gizi komunitas, dr Tan Shot Yen berbicara soal obesitas yang disebabkan faktor genetik.

Menurutnya, memang obesitas bisa jadi dipengaruhi genetik.

"Disebut genetik atau faktor bawaan itu semua kasus dalam hidup manusia itu selalu ada," kata dr Tan.

"Kalau melihat penyakit, ada penyakit yang memang tidak bisa kita ubah, karena memang terberi."

"Namun juga ada penyakit yang sifatnya berasal dari perilaku manusia."

Hal itu mencakup berbagai penyakit yang umum diderita, mulai soal kolesterol, hipertensi, dan penyakit lainnya.

Tapi dr Tan meminta untuk tidak terburu-buru 'menyalahkan' faktor genetik.

Baca juga: 96 Persen Orang Indonesia Kurang Konsumsi Buah dan Sayur, Tak Boleh Asal Ganti Suplemen

Baca juga: Bicara Soal Obesitas, dr Tan Shot Yen Ingatkan Bahaya Central Obesity, Apa Itu?

Ilustrasi obesitas
Ilustrasi obesitas (Pixabay.com)

Pasalnya, faktor bawaan biasanya hanya 15 persen.

"Sebab kita kan ngga gemulita dari lahir kan?"

Selain pola makan yang kurang baik, dr Tan Shot Yen menyorot kurangnya bergerak.

Padahal aktivitas fisik juga sangat bermanfaat untuk tubuh manusia.

Dalam forum tersebut dr Tan juga menjelaskan cara menghitung indeks massa tubuh yang dijadikan acuan untuk menentukan obesitas.

Acuannya adalah indeks massa tubuh yang dipakai pedoman di kawasan Asia-Pasifik.

"Tetapi kita khusus untuk orang Asia," papar dr Tan.

Rumusnya adalah berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m) kuadrat.

Baca juga: Awas, Cara Salah Konsumsi Sayur malah Bikin Gemuk, Ini penjelasan Dokter Gizi

Baca juga: Berhenti Rokok Bikin Tubuh Jadi Gemuk? Simak Penjelasan Ahli Berikut Ini

Ilustrasi gemuk
Ilustrasi gemuk (Pixabay)

"Jadi misal nih Mas Alfin berat badannya 58 kg, tingginya 1,6. Jadi 58 per 1,6 dikuadratkan."

Lalu berapa patokan idealnya?

dr Tan menuturkan orang index massa tubuh orang Asia normalnya berada di angka 18,5-22,9.

Jika di bawah angka tersebut, bisa diasumsikan berat badannya kurang.

Dan apabila melebihi batas normal, maka bisa disebut overweight atau praobesitas (23-27,49).

Kemudian untuk kriteria obesitas ada di angka lebih dari 27,5.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: anrosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved