Breaking News:

Bahaya Terlalu Sering Konsumi Makanan yang Digoreng, Berisiko Terkena Hipertensi hingga Kanker

dr Tan Shot Yen mengatakan salah satu bahaya gorengan adalah meningkatkan risiko kanker

Pixabay
Ilustrasi bahaya minyak goreng 

TRIBUNHEALTH.COM - dr Tan Shot Yen berbicara mengenai bahaya makanan yang serba digoreng.

Dokter, filsuf, dan ahli gizi komunitas itu membenarkan semua makanan yang digoreng kurang sehat.

Pertama, dia menyoroti minyak gorengnya sendiri yang merupakan produk rafinasi.

"Kedua, menggoreng itu menghasilkan yang disebut dengan akrilamid, polisiklik aromatik hidrokarbon."

"Dan kalau anda terlalu sering anda makan, itu akan mempunyai sifat mutagenik untuk sel."

"Jadi risiko kankernya akan meningkat tentu saja," jelas dr Tan Shot Yen.

Baca juga: Sudah Memiliki Pola Makan Seimbang, Mengapa Anak Kos Masih Terkena Diare?

Baca juga: Ahli Gizi Bagikan Tips Menu Sehat untuk Anak Kost, Apa Saja?

Ilustrasi makanan digoreng
Ilustrasi makanan digoreng (Pixabay)

Kedua, makanan yang serba digoreng juga meningkatkan risiko serangan jantung, hipertensi, dan stroke.

"Jadi anda jangan salahin minyak gorengnya. Proses menggorengnya sendiri yang bermasalah," kata dr Tan.

Dia juga menyoroti cara memasak dengan menggoreng yang tidak praktis.

"Anda sebenarnya mau praktis kan?"

"Mau praktis gimana kalau digoreng. Dapurmu jadi kotor, minyaknya perlu dibuang, karena apa? Minyak tidak bisa dipakai berulang-ulang," tandasnya.

Ilustrasi margarin
Ilustrasi margarin (Pixabay)

Baca juga: Apakah Radang Panggul Berhubungan dengan Makanan yang Dikonsumsi?

Baca juga: Simak Cara Konsumsi Sayur yang Tepat, Ada yang Dimasak dan Dimakan Mentah

Lalu bagaimana jika makanan digoreng dengan margarin?

Dokter Tan mengatakan dampaknya justru bisa lebih parah lagi.

Pasalnya, margarin sudah diproses sedemikian rupa di pabrik.

"Anda tau ngga margarin?"

"Margarin itu adalah lemak tumbuhan. Jadi minyak tumbuhan itu pada suhu ruangan itu cair."

"Lalu menjadi seperti mentega, menjadi padat itu karena ditambahkan proses hidrogenasi."

"Itu yang dinamakan hydrogenated vegetable oil," dr Tan memberi penjelasan.

Bahkan dr Tan meminta untuk menghentikan penggunaan margarin.

"Nol besar. Terlalu berbahaya," tegasnya.

"Lebih berbahaya dari pada anda makan menteganya itu sendiri."

Baca artikel lain seputar kesehatan di sini.

(TribunHealth.com/Ahmad Nur Rosikin)

Penulis: anrosikin
Editor: anrosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved