Breaking News:

Dokter Gigi Jelaskan Halitofobia, Merasa Bau Mulut meski Sebenarnya Tak Punya Masalah Apa-apa

drg Anastasia Ririen berbicara mengenai treatment dan cara meyakinkan orang yang mengalami halitofobia

Pixabay
Ilustrasi bau mulut atau halitosis 

TRIBUNHEALTH.COM - drg R. Ngt. Anastasia Ririen berbicara mengenai halitosis alias bau mulut dalam Program Sapa Dokter Tribunnews.

Dalam forum tersebut, drg Anastasia menjelaskan salah satu jenis halitosis adalah halitofobia.

Dalam kasus ini, sebenarnya pasien tidak benar-benar mengalami halitosis.

Yang terjadi adalah faktor psikologis, dimana ada kekhawatiran berlebih mengenai bau mulutnya sendiri.

Terkait hal ini drg Anastasia menjelaskan ada dua treatment.

Yang pertama adalah pemberian edukasi.

Sementara treatment kedua bisa dilakukan dengan bantuan psikolog.

Baca juga: Simak Jenis-jenis Behel Gigi dan Syarat Usia Pemasangan yang Perlu Diperhatikan

Baca juga: Ini Tips Memilih dan Menyikat Gigi dengan Benar, Jika Terlalu Keras Justru Bisa Bikin Gigi Terkikis

Ilustrasi bau mulut atau halitosis
Ilustrasi bau mulut atau halitosis (Pixabay)

"Biasanya untuk meyakinkan pasien apakah yang dialami itu benar-benar genuine, sesuatu yang murni halitosis, pseudohalitosis, atau fobia, ada alat untuk mengukurnya."

Pertama, dokter bisa mencium aromanya.

"Kami biasanya sudah terlatih untuk menentukan apakah ini aroma halitosis, aroma gigi, atau hal lain di luar itu," katanya.

"Tetapi ada alat yang bisa digunakan sebagai parameter apakah ini masuk dalam kategori patologis ataukah yang sifatnya hanya psikologis saja."

"Yang ada satuannya, kromatograf. Kemudian ada alat yang untuk mengukur sulfida, sulfida monitoring."

"Ada juga alat untuk mengukur tingkat kebasaan rongga mulut kita," jelasnya.

Dengan alat tersebut, dokter bisa menentukan ada atau tidaknya halitosis.

"Dengan ini pasien bisa diyakinkan, bahwa ini benar-benar soal psikologi saja, fobia atau pseudohalitosis," pungkasnya.

Jenis-jenis halitosis

Ilustrasi bau mulut atau halitosis
Ilustrasi bau mulut atau halitosis (Pixabay)

Baca juga: Andi Tajrin Jelaskan Spesialisasi Bedah Mulut dan Maksilofasial, Salah Satunya Soal Bibir Sumbing

Baca juga: Apakah Makan Panas dan Minum Dingin Benar-benar Bisa Sebabkan Gigi Sensitif?

Diberitakan sebelumnya, drg Anastasia menjelaskan 2 jenis halitosis selain halitofobia.

Yang pertama adalah genuine halitosis.

"Kemudian ada juga yang sebutannya pseudohalitosis."

"Ada lagi ketika seseorang lebih dikuasai oleh psikologisnya. Jadi sebutannya adalah fobia halitosis," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: anrosikin
Editor: anrosikin
Ikuti kami di
Data Berhasil Terkirim!
Data Harus Diisi!
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved