Namun, penelitian menunjukkan bahwa menggabungkan susu dan kopi dapat menghambat penyerapan kalsium.
Dengan kata lain, kafein dalam kopi dapat menurunkan penyerapan kalsium dari makanan.
Kalsium yang tidak diserap akan dibuang melalui urin.
Kadar kalsium yang tinggi dalam urin dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal dan masalah kesehatan tulang.
Mereka yang suka minum susu dalam kopi mungkin perlu memenuhi kebutuhan kalsium dengan makanan lain pada waktu yang berbeda-beda sepanjang hari.
Ahli diet terdaftar (RD) dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan kalsium dan menyusun rencana makan yang sesuai.
4. Gorengan
Penelitian menunjukkan bahwa peningkatkan konsumsi kopi dapat menyebabkan peningkatan risiko dislipidemia, yaitu kadar lemak abnormal dalam aliran darah.
Minum tiga cangkir kopi atau lebih sehari dapat meningkatkan kolesterol LDL (jahat) yang berdampak negatif pada kesehatan jantung.
Hal ini juga dapat menurunkan HDL (baik) yang mendukung kesehatan jantung Anda.
Mengonsumsi makanan yang digoreng secara sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.
Mereka yang rutin mengonsumsi minuman kopi mungkin perlu membatasi asupan makanan yang digoreng untuk menjaga kesehatan jatung.
Baca juga: 3 Alasan Tidak Disarankan Minum Kopi Saat Perut Kosong, Termasuk Meningkatkan Rasa Cemas
5. Sereal yang difortifikasi
Banyak sereal sarapan yang diperkaya dengan vitamin dan mineral esensial.
Misalnya, sereal sarapan yang sering diperkaya dengan seng, merupakan sumber mineral penting yang penting bagi banyak makanan.
Kopi dapat mengganggu ketersediaan zinc.
Meskipun tidak ada penelitian terkini yang menguraikan hubungan antara asupan kopi dan penyerapan nutrisi dari sereal sarapan yang difortifikasi, mungkin yang terbaik adalah memisahkan keduanya.
6. Makanan tinggi natrium
Kopi mengandung banyak senyawa aktif biologis yang secara langsung memengaruhi tekanan darah.
Untungnya, penelitian menunjukkan bahwa minum 1-3 cangkir kopi setiap hari tidak akan berdampak buruk pada tekanan darah.