Breaking News:

Trend dan Viral

Ade Bhakti, Camat Berprestasi di Semarang Dicopot Gara-gara Nasi Goreng, Wali Kota Diduga Tersindir

Berikut ini kronologi mutasi Ade Bhakti, eks Camat Gajahmungkur yang dicopot gara-gara nasi goreng

Penulis: Ahmad Nur Rosikin | Editor: Ahmad Nur Rosikin
Tribunnews
Ade Bhakti, sosok camat berprestasi dicopot gara-gara nasi goreng 

TRIBUNHEALTH.COM - Inilah sosok Ade Bhakti, eks Camat Gajahmungkur, Kota Semarang, yang kini ditugaskan sebagai Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.

Dia dicopot dari jabatannya diduga karena dianggap menyindir Wali Kota Semarang terkait nasi goreng.

Ade Bhakti merupakan camat yang aktif membagikan kegiatan tugasnya di media sosial.

Pembawaan yang menarik dan humoris menjadi daya tarik tersendiri di konten-kontennya.

Apa yang dia tampilkan di media sosial tak hanya pencitraan semata.

Terbukti Ade Bhakti berhasil meraih berbagai prestasi ketika menjadi Camat Gajahmungkur.

Dilansir TribunHealth.com, berikut ini kronologi mutasi Ade Bhakti dan prestasi-prestasinya.

Baca juga: Dihujat Nikah dengan Bocah 16 Tahun, Wanita 41 Tahun di Kalbar Buka Suara, Ngaku Masih Seperti ABG

Dicopot gara-gara nasi goreng

Ade Bhakti, sosok camat berprestasi dicopot gara-gara nasi goreng
Ade Bhakti, sosok camat berprestasi dicopot gara-gara nasi goreng (Tribunnews)

Ade Bhakti kerap membagikan konten tentang makan nasi goreng.

Sejumlah warganet menduga konten nasi goreng sebagai sindiran Ade Bhakti terhadap kebijakan Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita.

2 dari 4 halaman

Pasalnya Mbak Ita mengadakan lomba memasak Nasi Goreng di bulan Agustus dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan.

Selang beberapa lama setelah konten nasi goreng beredar dalam media sosial Ade Bhakti, nama Ade Bhakti masuk dalam 349 pegawai yang dimutasi Mbak Ita.

Kata Ade Bhakti dalam akun Instagramnya, ia tidak masalah tidak menjadi Camat Gajahmungkur lagi.

Namun demikian ada perasaaan tanya baginya karena ia merasa cukup berprestasi menjadi Camat Gajahmungkur.

"Ade Bhakti bukan camat lagi saya ditugaskan di Dinas Pemadam Kebakaran," kata Ade Bhakti di akun Instagram @adebhakti

"Evaluasi kinerja kemacamatan peringkat satu, dari 51 dinas kami peringkat 5, stunting dari awal masuk 60-an sekarang tinggal 30-an, apalagi?" katanya.

"Apapun tugasnya ASN harus siap di mana saja, siap, siap, siap, asalkan bukan karena nasi goreng," tuturnya.

Baca juga: KULIAH GRATIS Beasiswa Unggulan 2023 Segera Dibuka, Dapat Biaya Hidup dan Uang Buku

Prestasi Ade Bhakti sebagai camat

Ade Bhakti, sosok camat berprestasi dicopot gara-gara nasi goreng
Ade Bhakti, sosok camat berprestasi dicopot gara-gara nasi goreng (Tribunnews)

Ade Bhakti menjelaskan, selama menjabat sebagai Camat Gajahmungkur, dia memiliki prestasi yang membanggakan untuk Kota Semarang.

Salah satunya peringkat pertama evaluasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

3 dari 4 halaman

Evaluasi kinerja OPD dilakukan setiap triwulan atau tiga bulan sekali yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenpanRB).

"Alhamdulillah, di Juni 2023, nilainya bagus."

"Triwulan pertama 2023 ini, kemudian triwulan kedua dari 51 OPD, peringkat lima."

"Tapi kalau dibandingkan dengan 16 kecamatan lain, kami di peringkat pertama," jelasnya seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (3/8/2023).

Baca juga: Dokter Jelaskan Asap Rokok Tak Sebabkan TBC pada Anak, tapi Tetap Berbahaya: Bikin Paru-paru Iritasi

Menurunkan Stunting

Ade Bhakti, sosok camat berprestasi dicopot gara-gara nasi goreng
Ade Bhakti, sosok camat berprestasi dicopot gara-gara nasi goreng (Tribunnews)

Selain prestasi mendapatkan peringkat pertama hasil evaluasi KemenpanRB, Ade Bhakti juga dianggap berhasil dalam penanganan stunting di wilayah Gajahmungkur.

"Kalau bicara masalah stunting jumlahnya, kami pun juga nggak banyak-banyak amat."

"Kami peringkat ketiga atau keempat, paling sedikit," paparnya.

Dia menjelaskan, angka stunting di Gajahmungkur awalnya berjumlah 60 kasus.

Saat ini kasus stunting sudah jauh berkurang tinggal 26 kasus sampai saat ini.

4 dari 4 halaman

"Kemarin jumlahnya 60-an dievaluasi tinggal 30-an atau bahkan 26," imbuh Ade Bhakti.

Hal itu membuktikan, lanjut dia, OPD di Gajahmungkur benar-benar melaksanakan program Pemkot Semarang dengan baik dan sesuai dengan arahan.

"Selalu laksanakan dengan baik," kata dia.

Baca juga: 13 Kali Anak Gagal Ujian SIM, Ibu di Gresik Ngamuk ke Kapolri,Marita Tak Mau Anak Jadi Pemain Sirkus

Tak Pernah Dapat Perintah Langsung

Selama menjabat sebagai Camat Gajahmungkur, Ade Bhakti belum pernah sekalipun menerima perintah secara langsung dari Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

"Sampai sekarang belum pernah."

"Boleh dilihat di WA (Whatsapp) saya," bebernya.

Hal itulah yang membedakan antara Wali Kota Semarang saat dipimpin Hendrar Prihadi (Hendi), dan dipimpin oleh Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ita).

Saat dipimpin Hendi, dia sering mendapatkan perintah melalui telepon secara langsung.

Hal itu membuat koordinasinya dengan Wali Kota Semarang saat masih dijabat Hendi lebih intens.

"Jadi saya kalau transisi dulu zaman Pak Hendi."

"Tidak membandingkan tapi kalau dulu, ada apa-apa telepon."

"Mungkin cara koordinasinya beda."

"Sekarang lewat Grup WhatsApp, mungkin," ujar dia.

Walikota Buka Suara

Ade Bhakti, sosok camat berprestasi dicopot gara-gara nasi goreng
Ade Bhakti, sosok camat berprestasi dicopot gara-gara nasi goreng (Tribunnews)

Sementara itu, dilansir dari TribunJateng.com Mbak Ita memastikan mutasi dan rotasi pegawai serta pejabat di lingkup Pemkot Semarang bukan berdasarkan suka atau tidak suka.

Kata Mbak Ita mutasi dan rotasi didasarkan pada kebutuhan organisasi dan kesesuaian latar belakang pendidikan.

Selain itu mutasi dan rotasi juga dilakukan karena ada banyak pegawai yang sudah memasuki masa penisun.

"Saya menyampaikan bahwa tidak ada namanya like and dislike. Saya berusaha menempatkan teman-teman sesuai bidangnya," papar Ita, usai pelantikan, Selasa (1/8/2023) dikutip TribunJateng.com

"Yang kemarin-kemarin bukan tidak cocok atau tidak sesuai, mereka-mereka ada yang bukan passion sehingga kami tempatkan sesuai kompetensi masing-masing," jelasnya.

Selain itu, lanjut Ita, mutasi dan promosi jabatan ini untuk pemenuhan kebutuhan pelayanan mengingat cukup banyak pegawai yang pensiun. Dengan mutasi dan promosi ini, pegawai yang pensiun per 1 Agustus sudah memilki gantinya.

"Kami jadi satu tim yang bisa menjadi tim bergerak bersama dalam melayani masyarakat," ucapnya.

*Artikel ini diolah dari TribunNetwork dan Kompas.com

(TribunHealth.com)

Selanjutnya
Tags:
Tribunhealth.comJawa TengahSemarangWali Kota Semarangnasi gorengcamatGajahmungkurAde Bhakti Jembatan Sikatak Gilo-gilo
BERITATERKAIT
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved